oleh

Darmawel Rintis IKM Sulbar, Ali: Jaga Kebersamaan Mandar-Minang

MAMUJU – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Darmawel Azwar dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sulbar Malaqbi, di Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 20 Juni.

Darmawel mengatakan, sebenarnya IKM di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan sudah terbentuk, namun masih pada tingkat Kabupaten. Maka diperlukan organisasi IKM khusus di Sulbar untuk menghimpun orang Minang se Sulbar. Karenanya, ia bersama orang Minang yang berada di Sulbar sepakat membentuk IKM Sulbar Malaqbi.

“Per-kabupaten sudah ada, tetapi tingkat provinsi baru terbentuk. Dulunya ikut Sulsel, namanya IKM Sulselbar. Maka kita mencoba mendirikan IKM Sulbar, dan ini mendapat dukungan dari tokoh-tokoh di Sulbar,” tutur Darmawel, Sabtu 20 Juni.

Lanjut Darmawel, tujuan didirikannya IKM untuk mempersatukan orang Padang, Sumatra Barat yang ada di enam kabupaten yang ada di Sulbar. Misi utamanya, IKM akan berkontribusi untuk kemajuan pembangunan untuk berbagai sektor di Sulbar.

“Kebanyakan orang Minang di Sulbar punya toko, rumah makan, dan usaha lainnya. Ada juga banyak pejabat ASN, polisi, dokter,” jelasnya.

Dia berharap setelah pelantikan ini, hubungan pemerintah daerah Sulbar dan Sumatera Barat semakin kuat.
“Usai konsolidasi pengurus nanti, program kerja kita akan susun agar memperkuat hubungan Sulbar-Sumbar. Contoh, ternyata ada hubungan kuat dua provinsi ini, menyangkut kebudayaan. Dari kesenian, kebudayaan, pakaian khas. Sarung Mandar ternyata juga ada, serupa,” katanya

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, antara orang Minang dan Mandar memiliki hubungan erat.
“Dalam catatan sejarah di Mandar, setidaknya kain atau sarung sutera sudah digunakan di masa Todilaling, maraqdia pertama Balanipa. Diperkirakan pada abad ke-16, yaitu ketika Todilaling meninggalkan sarung sutra Mandar motif (sureq) “pangulu padang” di Padang Pariaman,” terang Ali.

Karena itu, hubungan antara Minang dan Mandar harus tetap terjaga, serta bahu membahu membangun Sulbar. “Kita harapkan suasana kenusantaraan kita khususnya kuliner. Usaha semakin berkembang dengan baik. Dan bermakna bagi Sulbar,” tutur Ali.

Ketua Umum IKM Sapayuang Sulselbar, Sauki Mangkuto Sultan mengapresiasi terbentuknya IKM Sulbar Malaqbi, dengan begitu pengurus yang didirikan di Sulbar dapat lebih intensif melakukan pertemuan. Khususnya membahas terkait kontribusi orang Minang dalam mendukung jalannya pemerintahan serta program pembangunan di perantauan.

“Saya menitipkan, tolong jaga kebersamaan, tolong mendukung pemerintahan, dan tolong agar bekerjasama dengan masyatakat disini,” tuturnya.

Lanjut Sauki, IKM Sulbar dan Sulsel kedepan harus lebih membangun komunikasi agar silaturahmi tidak terputus. Tidak lupa, dia pun berterima kasih kepada pemprov Sulbar, khususnya masyarakat Sulbar yang senantiasa menerima keberadaan orang Minang di Sulbar. Hal itu juga sangat dirasakan Sauki saat bertugas sebagai Kepala Biro Media Harian Fajar di Sulbar, beberapa tahun lalu. (imr)

Komentar

News Feed