oleh

Dari Jualan Cendol bisa Kuliah Hingga Nikah

-Features-3.077 views

SEBAGIAN besar mahasiswa mengandalkan uang kiriman orangtua untuk biaya kuliah. Berbeda dengan Iksan.

LAPORAN: ARIF BUDIANTO/ POLEWALI

Tahun ini Iksan sudah menjejak semester lima di Universitas Al-syariah Mandar (Unasman), Polman, Sulawesi Barat. Setiap hari ia tak sekadar datang berkuliah di kampusnya di Manding Kecamatan Polewali.

Tempatnya menimba ilmu juga jadi ladang mengumpulkan biaya kuliah dengan berjualan cendol manis. Selain menyiapkan buku ataupun tugas, sebelum berangkat ke kampus, Iksan menyiapkan cendol dan perlengkapan jualannya untuk dibawa serta.

Karena itu, ia memilih lebih awal menuju kampus untuk berjualan terlebih dahulu sembari menunggu dosen yang akan mengajar di kelasnya. “Sambil menunggu saya jualan dulu kemudian setelah selesai kuliah saya kembali berjualan,” tutur Iksan saat dijumpai berjualan di halaman kampus Unasman, akhir pekan kemarin.

Dia bersyukur, banyak mahasiswa yang sering membeli cendolnya. “Namun jika tidak habis saya jual keliling kampung mencari pembeli,” sambungnya.

Ia bahkan sering berjualan hingga ke pelosok, desa atau kelurahan, seperti ke Takatidung, Tonyaman, Manding, dan wilayah lain.

Iksan menjual es cendolnya seharga Rp5.000 untuk satu gelas. Jika dagangannya habis ia mampu meraup untung hingga lima ratus ribu perhari. “Kadang-kadang habis, kadang juga tidak. Kalau lagi ramai pembeli, biasanya cepat habis. Tapi kalau tidak cepat, biasa saya jualan sampai malam,” sambungnya.

Komentar

News Feed