oleh

Dana Sharing Dicoret, Pemkab Anggarkan Pembebasan Lahan Bandara Sumarorong

MAMASA — Pemkab Mamasa tetap menganggarkan pembebasan lahan untuk runway Bandara Sumarorong. Meski di sisi lain, Pemprov Sulbar mencoret dana bantuan untuk pembebasan lahan Bandara Sumarorong. Padahal sebelumnya Pemprov telah mengalokasikan dana sharing untuk pembebasan lahan bandara ini Rp 1,5 miliar.

Hilangnya anggaran pembebasan Bandara Sumarorong di Pemprov Sulbar terkuak setelah Komisi III DPRD Sulbar menggelar rapat tentang penyelarasan pokok pokok pikiran dewan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) beberapa waktu lalu.

Dana Sharing Dicoret, Pemkab Anggarkan Pembebasan Lahan Bandara Sumarorong

Legislator Partai Golkar, Damris, geram saat dirinya mengetahui bahwa sejumlah program yang telah disepakati dalam pembahasan komisi hingga ke Banggar, tiba-tiba saja dicoret oleh TPAD. “Salah satunya, pembebasan lahan Bandara Sumarorong,” ujarnya.

Lanjutnya, pembebasan lahan Bandara Sumarorong sangat menginginkan terlaksana. “Itu merupakan salah satu kepentingan masyarakat, bahkan kami tidak punya keuntungan di dalamnya,” tegas Damris.

Ia mengaku, jika pihaknya merasa malu karena Komisi III sudah sepakat bahkan dalam banggar. “Sebelumnya biaya pembebasan lahan sudah disepakati di Banggar dan sudah disahkan. Kenapa bilang lagi tidak tahu, kenapa bisa hilang,” terangnya.

Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda menyampaikan, diketahui ada polemik di Sulbar. Tetapi itu bukan domain Pemkab Mamasa. Namun Pemkab Mamasa telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 3 miliar.

“Kami akan segera direalisasikan, yang dalam waktu dekat akan diturunkan tim oficer dan perhubungan,” ujarnya.

Ia berpendapat tentunya Pemkab Mamasa dan Pemprov Sulbar tentu serius dalam hal pembebasan lahan Bandara Sumarorong. “Kalau benar anggaran di DPA Pemprov tidak ada pembebasan lahan Bandara Sumarorong, tentunya kita sangat prihatin karena sesungguhnya itu tidak harus terjadi,” sebutnya.

Walaupun tak ada bantuan pemprov, Pemkab Mamasa tetap akan melakukan pembebesan lahan untuk Bandara Sumarorong.

Wakil Ketua DPRD Mamasa Juang Gayang Pontiku mengaku Pemkab Mamasa bersama DPRD Mamasa telah berkomitmen untuk membebaskan lahan Bandara Sumarorong sebesar Rp 3 miliar.

Ia pun menanggapi hilangnya anggaran dana shaering dari pemprov. “Itu sebenarnya sangat lucu, kalau sudah dianggarkan tiba-tiba hilang. Tapi kami tidak ingin terlalu jauh kesana, yang jelasnya kami DPRD Mamasa sudah komitmen,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Mamasa Gusti Hermiawan mengatakan, mengenai pembebasan lahan untuk Bandara Sumarorong sedang berproses.

“Kita sudah sampaikan dan umumkan melaui unit pelayanan lembaga pengadaan secara elektronik di daerah, serta komunikasi dengan calon Appraisal, yakni jasa penilai,” tambahnya.

Gusti menambahkan paling lambat bulan Mei proses pembebasa lahan terlaksana. Direndanakan pembebasan lahan sebesar 31.000 meter persegi atau kurang lebih 3 hektare.

Ia berharap proses pembebasan lahan berjalan dengan baik yang telah menjadi komitmen Pemkab Mamasa.

“Apalagi hal ini akan menjadi aset negara, yang harus segera ditindaklanjuti,” harapnya. (zul/mkb)

Komentar

News Feed