oleh

Dana Desa untuk Pencegahan Stunting

-Opini-2.106 views

SULBAR menempati urutan kedua nasional untuk kasus stunting, dengan persentase sebesar 40,38 persen. Sebagaimana diungkapkan Gubernur Sulbar Ali Baal saat rapat koordinasi bersama bupati se-Sulbar, 8 April 2021.

Oleh: Indina Dwinoviza Delaputri Isbach, SKM
- Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sulbar

Sementara itu, menurut Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020, persentase balita stunting di Sulbar adalah sebesar 22,4 persen. Atau tertinggi ketiga setelah NTT dan NTB.

Masih tingginya kasus stunting di Sulbar, membuat pemerintah harus bekerja lebih ekstra dalam penanganan stunting. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Apa itu stunting? Menurut WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, disebabkan kekurangan gizi secara akumulatif dan terus menerus. Selain itu, penyebab stunting juga dapat disebabkan karena praktek pengasuhan anak yang kurang baik, terbatasnya layanan kesehatan, serta kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Contoh praktek pengasuhan anak yang kurang baik adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan selama masa kehamilan, bayi tak diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan bayi tak menerima makanan pendamping ASI selama usia 0-24 bulan. Tidak mendapatkan akses memadai ke layanan imunisasi, menurunnya tingkat kehadiran di posyandu, serta anak tak terdaftar di PAUD juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting.

Komentar

News Feed