oleh

Dampak Potensi Curah Hujan Tinggi, Sulbar Kategori Waspada

MAMUJU – Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki awal musim hujan, kondisi tersebut sebagai pertanda masa peralihan/transisi/pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

Dikutip dari siaran pers Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko melalui bmkg.go.id, disebutkan, hasil analisis BMKG menunjukkan pada dasarian III September 2021 wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi (> 150 mm/dasarian) meliputi sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua, sebagian Bengkulu, dan sebagian Kalimantan Utara.

Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi

Mengacu pada hal tersebut diatas dan prediksi peluang hujan tinggi > 70% , maka perlu kewaspadaan terhadap dampak potensi curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian (10 harian), terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi hingga 1 (satu) dasarian ke depan dengan status Waspada, Siaga hingga Awas, sebagai berikut :

Kategori Awas:
Papua Barat (Kaimana), Papua (Asmat, Mimika, Nduga, Pegunungan Bintang, Yahukimo)

Kategori Siaga:
Maluku (Buru), Papua Barat (Kaimana, Manokwari, Tambrauw, Sorong Selatan, Teluk Bintuni), Papua (Boven Digoel, Dogiyai, Nabire, Paniai, Puncak).

Kategori Waspada:
Sulawesi Barat (Mamasa, Mamuju), Sulawesi Selatan (Enrekkang, Luwu Timur, Luwu Utara), Sulawesi Tengah (Banggai, Donggala, Tojo Una-Una, Morowali, Poso), Sulawesi Tenggara (Kolaka, Kolaka Utara), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow Utara), Gorontalo (Bone Bolango), Sumatera Barat (Pesisir Selatan), Bengkulu (Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Lebong, Mukomuko, Seluma), Jambi (Bungo, Kerinci, Merangin), Sumatera Selatan (Kota Pagar Alam, Lahat, Muaraenim), Maluku (Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur), Papua Barat (Sorong), Papua (Mappi, Memberamo Raya, Puncak Jaya, Tolikara, Waropen, Yalimo).

Prakiraan Daerah Potensi Banjir

Dasarian III September 2021 daerah yang perlu diwaspadai, sebagai berikut :

Kategori Tinggi:
Papua Barat (Kab. Teluk Bituni) dan Papua (Kab. Deiyai, Dogiyai, Mimika, Nabire, dan Paniai.

Kategori Menengah:
Sulawesi Barat (Kab. Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, Polewali Mandar), Sulawesi Utara (Kab. Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa), Gorontalo (Kab. Boalemeo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara, Pahuwato), Sulawesi Tengah (Kab. Banggai, Buol, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tojo Una-Una, Toli Toli, Kota Palu), Sulawesi Selatan (Kab. Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, Wajo), Sulawesi Tenggara (Kab. Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kota Kendari), Aceh (Kab. Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayolues), Sumatera Utara (Kab. Deli Serdang, Langkat), Sumatera Barat (Kab. Dhamasraya, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan), Jambi (Kab. Bungo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, Sarolangun), Bengkulu (Kab. Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Lebong, Muko Muko, Rejang Lebong, Seluma), Sumatera Selatan (Kab. Empat Lawang, Lahat, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu), Jawa Barat (Kab. Bandung, Cianjur), Kalimantan Barat (Kab. Kapuas Hulu, Sintang), Kalimantan Tengah (Kab. Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, Murung Raya), Kalimantan Timur (Kab. Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu), Kalimantan Utara (Kab. Malinau, Nunukan), Maluku (Kab. Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon), Maluku Utara (Kab. Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, Tidore Kepulauan), Papua Barat (Kab. Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kota Sorong), dan Papua (Kab. Deiyai, Dogiyai, Jayapura, Jayawijaya, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Mimika, Nabire, Paniai).

Dasarian I Oktober 2021 daerah yang perlu diwaspadai, sebagai berikut :

Kategori Tinggi:
Papua (Kab. Jaya Wijaya, Nabire dan Paniai).

Kategori Menengah:
Aceh (Kab. Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayolues), Sumatera Utara (Kab. Asahan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal), Sumatera Barat (Kota Padang, Sawahlunto, Solok, Kab. Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Kep. Mentawai), Jambi (Kab. Kerinci), Bengkulu (Kab. Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kaur, Muko-muko, Seluma), Sumatera Selatan (Kab. Empat Lawang), Kalimantan Barat (Kab. Kapuas Hulu, Sintang), Kalimantan Tengah (Kab. Murung Raya), Kalimantan Timur (Kab. Mahakam Ulu), Kalimantan Utara (Kab. Malinau), Sulawesi Tengah (Kab. Poso, Sigi), Sulawesi Barat (Kab. Mamuju), Maluku (Kab. Maluku Tengah), Papua Barat (Kota Sorong, Kab. Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni, Teluk Wondama), Papua (Kab. Deiyai, Dogiyai, Paniai, Jayapura, Jayawijaya, Keerom, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Mimika, Nabire, Paniai, Yalimo).

Memasuki masa peralihan/transisi/pancaroba dari Musim Kemarau ke Musim Hujan, masyarakat diimbau dapat lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat, dan angin puting beliung dengan melakukan pemeriksaan sarana-prasarana dan lingkungan di sekitarnya. Periode musim hujan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, dan mengisi waduk/danau yang berguna untuk periode musim kemarau yang akan datang. Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan iklim dan cuaca terkini melalui berbagai macam kanal informasi resmi dari BMKG. Informasi Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis dan Informasi Prediksi Potensi Banjir Dasarian terkini dapat diakses dari https://iklim.bmkg.go.id. (*/ham)

Komentar

News Feed