oleh

Dalam Lima Tahun, BNNP Sulbar Rehab 1.994 Pecandu

MAMUJU – Jelang tutup tahun, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar menyampaikan laporan kinerjanya.

Rabu 23 Desember 2020, Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto menyampaikan, situasi permasalahan narkotika dunia, sangat mengkhawatirkan. Ada 269 juta orang pecandu di dunia saat ini. Sehingga BNN melihat hal ini sangat memerlukan perhatian dan pencegahan narkoba, termasuk di Sulbar.

“Penyalahgunaan narkoba selama satu tahun ini cenderung menurun. Inilah wujud kerja keras BNN dan pemerintah serta masyarakarat dalam berpartisipasi mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Sumirat.

Ia menyebutkan, dari laporan 106 negara, sudah memunculkan sekitar 150 jenis baru. Di Indonesia sudah masuk 78 narkoba jenis baru.

Bagaimana dengan Sulbar? Kata Sumirat, disini masih perlu memperhatikan masalah ini secara serius, walaupun ada kecederungan menurun.

Berdasarkan data LIPI dan BNN, di Sulbar ada 2.248 pecandu. Sepanjang 2015 hingga 2019, BNNP Sulbar sudah merehabilitasi 1.839 pecandu. Kemudian di 2020, terdapat 155 pecandu yang direhabilitasi. Jadi total dalam lima tahun sudah terdapat 1.994 pecandu yang direhabilitasi, bair rehab jalan maupun rehab inap. “Dan ada 24 pecandu diantaranya yang kita kirim ke Badoka Makassar dan Samarinda untuk rehab inap,” ucapnya.

Jika dikelompokkan berdasarkan usia, jumlah pecandu usia 15-24 tahun mencapai 53 persen dan 24 tahun ke atas 47 persen.

Ia menegaskan, beberapa yang sudah rehab mulai produktif lagi dalam kehidupan sosialnya. Mereka sudah tidak teelibat lagi narkoba. Meskipun begitu, BNNP tetap lakukan pemanatauan dan pembinaan.

“Oleh karena itu kita tetap menjalankan pemberantasan, pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Sumirat. (ham)

Komentar

News Feed