oleh

Daerah Rawan Konflik Segera Dipetakan

MAMUJU, RADAR SULBAR — Polresta Mamuju mengaku bakal segera memetakan daerah yang dianggap rawan konflik pada Pilkada nanti.

“Setelah calon bupati dan calon wakil bupati ditetapkan, daerah rawan juga bisa dipetakan. Termasuk memetakan beberapa strategi pengamanan sebagai antisipasi konflik,” kata Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Minarto, Senin (27/1/2020).

Untuk jumlah personel, bakal disesuaikan dengan kebutuhan seteah mempertimbangkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pastinya, Kombes Pol Minarto, mengaku bakal memaksimalkan pemetaan dan pengamanan demi terlaksananya Pilkada dengan sukses.

Ditanya mengenai hibah anggaran pengamanan, Kombes Pol Minarto menjawab, sebesar Rp 4 miliar dan anggaran tersebut bakal dimaksimalkan.

“Waktu itu, kami ajukan sesuai kebutuhan. Tetapi itu yang diputuskan. Nanti kami atur ulang, jika tidak cukup kami ajukan untuk tambahan atau dengan gunakan dana kontijensi Polri,” jelasnya.

Untuk diketahui, pemetaan daerah rawan konflik yang dilakukan institusi Polri, menggunakan Indeks Potensi Kerawanan (IPK). Ada empat dimensi IPK. Keempatnya adalah dimensi penyelenggaraan, dimensi peserta Pilkada, dimensi potensi gangguan dan dimensi ambang gangguan.

Namun, secara umum, pemetawaan daerah rawan dilihat dari ada tidaknya konflik di Pilkada atau Pemilu sebelumnya. (m2/jsm).

Komentar

News Feed