oleh

Covid-19 Bukan Penghalang Untuk Meningkatkan Kualitas ASN

MAMUJU – Meskipun di tengah pandemi Covid-19, peningkatan kualitas bagi ASN tidak bisa berhenti dilakukan. Oleh karena itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulbar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan (PKP) Angkatan III Tahun 2O2O secara virtual, Jumat 3 Juli 2020.

Peserta yang mengikuti PKP sebanyak 40 orang yang tersebar di 24 Organisasi Peringkat Daerah (OPD) Sulbar. Mereka merupakan pejabat pengawas lingkup Pemprov Sulbar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, untuk memacu percepatan pembangunan di Sulbar, perlu ditunjang SDM aparatur yang kompeten. Untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM perlu diadakan pelatihan secara terus menerus. Ini sesuai dengan misi pertama kami, yakni membangun SDM yang berkualitas, berkeperibadian dan berbudaya.

“Sulbar sudah memasuki periode ke tiga, sudah saatnya kita lebih memacu diri untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Untuk mewujudkan itu, kita harus meningkatkan daya saing dengan percepatan pembangunan melalui pelatihan-pelatihan. Covid-19 bukan penghalang,” ujarnya.

Ali Baal menambahkan, Sulbar sampai saat ini belum bisa optimal dalam mengembangkan kualitas SDM melalui pelatihan, karena belum memiliki sarana dan prasarana gedung pelatihan yang representatif. Olehnya, Ali Baal akan memperkuat BPSDM Sulbar dengan mendorong penguatan kelembagaan diklat, dengan memberikan dukungan pembiayaan revitalisasi kampus BPSDM.

Selain itu, ada tiga tempat yang akan dijadikan tempat pelatihan, yakni gedung pelatihan pertanian, revitalisasi gedung rumah sakit lama untuk diklat teknis dan kawasan gentungan untuk diklat kerjasama daerah.

“Insyaa Allah, dengan kerja keras kita, kedepan kita akan memiliki gedung yang representatif. Sehingga semua kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan di Sulbar termasuk untuk enam kabupaten se-Sulbar,” ujarnya.

Ali Baal menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan pengawas ini sangat penting. Olehnya, seluruh peserta dibebas tugaskan sementara agar fokus mengikuti pelatihan ini.

“Kepada seluruh narasumber, saya berpesan agar membimbing dan mengarahkan peserta agar mampu berbenah, menata masa depan yang lebih baik serta menjalankan tugasnya dengan baik di OPD nya masing-masing. Jika ada peserta yang tidaak memenuhi standar kelulusan agar tidak diluluskan,” ujarnya.

Kepala Kajian Manajemen Administrasi Negara RI LAN Makassar Andi Taufik mengatakan, Presiden RI Joko Widodo sudah mencanangkan program prioritasnya sampai dengan 2024. Salahsatu yang menjadi prioritas utamanya adalah pengembangan SDM disamping dengan infrastruktur dan fasilitas lainnya. Olehnya, pemerintah sulbar harus memberikan perhatian khusus dan mendukung sepenuhnya program pengembangan SDM.

“Saya berterimakasih kepada Pemprov Sulbar atas perhatiannya dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulbar. Saya melihat Sulbar sangat serius dalam pengembangan SDM nya,” ujarnya.

Taufik menambahkan, pengembangan SDM tidak bisa terhenti hanya dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi. Olehnya, dengan memanfaatkan tekhnologi yang semakin canggih, LAN memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau distante e-learning.

“Ditengah situasi apapun, kita harus mempunyai kemampuan untuk berdaptasi dan melanjutkan langkah-langkah dengan fleksibel agar rencana penting yang sudah kita programkan tidak terhambat hanya dikarenakan musibah yang melanda kita,” ujarnya.

Taufik berharap, para peserta dapat memanfaatkan dengan baik PKP tersebut, sebab tidak semua pejabat pengawas di Sulbar memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan itu.

Kepala BPSDM Sulbar Yakub F. Solon mengatakan, tujuan penyelenggaraan PKP untuk menciptakan sosok pejabat pengawas yang mempunyai kompetensi kepemimpinan melayani sebagai kompetensi manajerial untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan pengawas yang merupakan kemampuan dalam mengendalikan kegiatan pelaksanaan pelayanan publik sesuai dengan SOP.

“Karena pelatihannya di masa pandemi Covid-19, metode pembelajaran PKP dilaksanakan dengan non klasikal. Pelatihannya melalui zoom metting. Adapun agenda pembelajarannya adalah, agenda kepemimpinan pancasila dan bela negara. agenda kepemimpinan pelayanan. Agenda pengendalian pekerjaan serta aktualisasi kepemimpinan. Semua narasumber yang dilibatkan merupakan orang yang kompeten di bidangnya,” ujarnya. (ian)

Komentar

News Feed