oleh

Cegah Covid, Bupati Majene Larang Pesta Pergantian Tahun

MAJENE — Pesta atau perayaan pergantian tahun di Kabupaten Majene ditiadakan. Walaupun Kabupaten Majene berstatus zona hijau, tetapi pemerintah kabupaten tak merayakan pergantian tahun baru nanti.

Hal ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi antisipasi gangguan keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas) di ruang rapat Wakil Bupati Majene, Selasa 14 Desember.

Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengatakan, meski Majene telah berada di zona hijau, namun tetap dilakukan antisipasi terhadap segala hal yang bisa menimbulkan kerumunan dan adanya peyebaran Covid-19.

Salah satunya dengan meniadakan kegiatan yang sifatnya hiburan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap akan melakukan kegiatan zikir dan doa bersama dengan skala kecil serta tetap mematuhi protokol kesehatan di Pendopo Rujab atau di Masjid.

“Saya berharap pihak kepolisian melakukan patroli saat malam tahun baru, untuk memantau aktivitas warga,” pintanya.

Tidak akan ada perayaan hiburan dimalam pergantian tahun, kecuali kegiatan zikir dan doa itupun dengan protokol kesehatan. “Ini semua dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus korona,” ungkapnya.

Dalam rapat ini juga membahas sejumlah isu yang terjadi di Kabupaten Majene. Seperti update kondisi jalan yang tertimpa longsor di Kecamatan Sendana dan Malunda. Selain itu informasi seputar harga bahan pokok jelang tahun baru. Juga dilaporkan Kadis Koperindag Majene, masih cenderung stabil termasuk pasokan gas elpigi 3 Kg yang masih aman. Warga Majene juga di minta untuk bersikap waspada terhadap kondisi cuaca yang saat ini masih cukup ekstrem. (mab/mkb)

Komentar

News Feed