oleh

Cavani Dihukum 3 Laga Akibat Postingan di Medsos

MANCHESTER — Usaha Manchester United untuk mengejar Liverpool di puncak klasemen Premier League terganggu. Itu setelah striker andalan Setan Merah, Edinson Cavani dijatuhi sanksi larangan tiga pertandingan oleh Asosiasi Sepakbola Inggris.

Sanksi ini dijatuhkan menyusul sebuah postingan rasial di media sosial pasca laga kontra Southampton, 29 November lalu. Pemain berusia 33 tahun itu menghasilkan tampilan luar biasa dalam laga itu, memberikan assist untuk Bruno Fernandes sebelum mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 3-2 setelah MU sempat tertinggal 0-2.

Cavani lalu memposting pesan di Instagram tak lama setelah pertandingan, membalas pesan ucapan selamat menggunakan istilah Spanyol ‘negrito’, yang diterjemahkan sebagai ‘hitam’. Setelah mengetahui konotasinya, pemain timnas Uruguay itu langsung menghapus postingannya.

Bukan saja menghapus postingannya, mantan penyerang Paris saint Germain (PSG) tersebut juga mengeluarkan permintaan maaf. Pemain tersebut merilis pernyataan maaf keesokan harinya yang mengatakan bahwa dia sepenuhnya menentang rasisme.

Meski begitu, FA tetap mendakwa striker itu dengan pelanggaran atas pelanggaran Peraturan FA E3 atas postingannya di media sosialnya pada 19 Desember lalu. Dan sekarang mereka telah menjatuhkan sanksi larangan selama tiga pertandingan.

“Edinson Cavani telah diskors selama tiga pertandingan, denda £ 100.000 dan harus menyelesaikan pendidikan tatap muka setelah mengakui tuduhan pelanggaran FA Rule E3 sehubungan dengan postingan media sosial pada hari Minggu 29 November 2020,” demikian pernyataan FA dikutip dari Daily Echo.

United sejak awal merasa striker mereka seharusnya tidak boleh didakwa. Bagi MU, apa yang dilakukan Cavani adalah kesalahan yang tidak disengaja karena bahasa yang berbeda. Makanya, mereka berharap denda £ 100.000 digunakan untuk mendukung proyek anti-rasisme.

“Seperti yang telah dia nyatakan, Edinson Cavani tidak menyadari bahwa kata-katanya bisa disalahartikan dan dia dengan tulus meminta maaf atas postingan tersebut dan kepada siapa pun yang tersinggung,” kata MU dalam pernyataan mereka.

Menurut MU, pengakuan Cavani, dia hanya mengirimkan ucapan terima kasih yang penuh kasih sebagai tanggapan atas pesan ucapan selamat dari seorang teman dekatnya. “Dia memilih untuk tidak melawan tuduhan itu karena menghormati FA dan perjuangan melawan rasisme dalam sepak bola,” jelas MU.

Karena konteks dan niat merupakan faktor kunci dalam penjatuhan hukuman, MU berharap hukuman itu ditangguhkan. “Klub percaya bahwa Komisi Regulator independen akan menjelaskan alasan tertulisnya bahwa Edinson Cavani bukan seorang rasis, juga tidak ada niat rasis sehubungan dengan jabatannya,” harap MU. (amr/fajar)

Komentar

News Feed