oleh

Calon Penerima DTH Diminta Bersabar

MAMUJU  – Calon penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dan bantuan stimulan rumah rusak, mesti harus bersabar lagi. Proses uji publik diperpanjang hingga 20 Agsutus 2021.

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muhammad Taslim. Perpanjangan uji publik lantaran masih banyak warga yang melakukan sanggahan.

“Banyak yang menyanggah, entah itu masalah by name by address atau pun juga soal administrasinya. Kita mau administrasi yang betul-betul lengkap. Makanya kita perpanjang sampai 20 Agustus,” kata Taslim, Rabu 18 Agustus.

Taslim menambahkan, mayoritas yang melakukan sanggahan merupakan warga Kecamatan Mamuju dan Simboro. Meski demikan, sanggahan tersebut tidak banyak mengubah data awal calon penerima.

“Kelengkapan berkas sebenarnya bisa berproses hingga ke tahap penyaluran juga. Tetapi kami menginginkan berkas dilengkapi di tahap awal. Supaya kami tidak keteteran nantinya,” sebut Taslim.

Setelah uji publik, kata dia, pihaknya langsung membuat Surat Keputusan (SK) penerima DTH dan stimulan rumah rusak. Lalu membentuk tim teknis penyaluran di desa dan kelurahan.

“Kami juga bakal lakukan sosialisasi penyaluran sambil menunggu konfirmasi dari BNPB terkait penyaluran bantuannya. Paling lambat September,” beber Taslim.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimta) Mamuju, Jufri Badau menyebutkan, rata-rata warga menyanggah karena tidak terima dengan kategori kerusakan rumahnya. Ada yang rusak ringan tapi mau rusak sedang dan ada rusak sedang tapi mau rusak berat.

“Kita punya data lapangan. Tidak bisa berdasarkan perasaan tapi berdasarkan fakta lapangan,” tandas Jufri. (ajs)

Komentar

News Feed