oleh

Cabuli Anak Dibawah Umur, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

MAMASA – Pelaku pencabulan anak dibawa umur, ASB akhirnya ditetapkan jadi terangka oleh penyidik Satreskrim Polres Mamasa. Penetapan tersangka ini dilakukan sehari setelah ASB diringkus di Desa Rippung Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa.

Perbuatan tak pantas ASB tega mencabuli anak angkatnya sendiri berinisial M. Akibat perbuatannya tersebut ASB terancam hukuman 15 tahun penjara.

Penyidik Satreskrim Polres Mamasa menjerat tersangka ASB dengan Pasal 81 ayat 1 dan 3 Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dimana ancaman pidana kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto membenarkan pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Undang Undang Perlindungan Anak.

“Namun karena, pelaku merupakan orang tua korban, sehingga ada tambahan masa tahanan yakni sepertiga dari 15 tahun masa tahanan,” terang Iptu Dedi Yulianto.

Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto menambahkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban, orang tua korban dan sejumlah saksi, serta pelapor.

“Kita langsung meningkatkan status terduga pelaku menjadi tersangka. Apalagi pelaku telah mengakui perbuatannya, sehingga sejak Jumat 16 Oktober tersangka resmi kita tahan,” jelasnya.

Lanjutnya, namun pihak penyidik masih akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

“Sambil kita juga tunggu, hasil visum dari pihak medis,” terangnya.

Ia mengaku pihaknya akan melakukan proses pemeriksaan secepatnya, sebelum masa penahanan tahap awal 20 hari selesai.

“Namun kita upayakan akan limpahkan ke Kejari Mamasa sebelum penahanan tahap awal selesai,” ujar Iptu Dedi.

Jika penahanan tahap awal selesai 20 hari namun belum dilakukan pelimpahan kejaksaan atau P21.

“Maka penahanan akan diperpanjang selama 40 hari lagi,” tambahnya.

Kasus pencabulan anak angkat yang dilakukan ASB ini terungkap setelah korban menceritakan peristiwa tersebut ke temannya. Kemudian teman korban melaporkan kepada orangtua kandung korban. Selanjutnya orang tua korban melaporkan ke sekertaris desa kemudian ke aparat kepolisian.

ASB tega mencabuli anak angkatnya yang telah diadobsi semenjak usia delapan bulan. Korban mengalami pencabulan sebanyak tiga kali pada bulan Mei lalu. (r4/mkb)

Komentar

News Feed