oleh

Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Bayi

MAMUJU – Sekira 300 jiwa pengungsi gempa bumi di halaman Kantor Bupati Mamuju, mulai kekurangan logistik. Paling dibutuhkan perlengkapan bayi.

Berdasarkan pantauan Radar Sulbar, pengungsi masih menggunakan tenda seadanya berupa terpal dan baliho bekas. Bahkan beberapa pengungsi lain tidur di dalam mobil yang terparkir di sekitaran lokasi.

Salah satu pengungsi, Nurhikma mengatakan, sebagian besar pengungsi masih kekurangan bantuan logistik seperti makanan, air bersih dan perlengkapan bayi.

“Air bersih tidak ada di lokasi pengungsian. Kalau mau ambil harus ke rumah warga, minta tolong. Perlengkapan bayi juga tidak ada. Seperti popok, susu dan minyak telon,” kata Nurhikma, saat ditemui di lokasi pengungsian, Sabtu 15 Januari.

Nurhikma berharap, bantuan pemerintah bisa segera tersalurkan merata ke lokasi pengungsian. Termasuk di pengungsiannya sendiri.

“Tentu saya dan semua pengungsi berharap kepada pemerintah. Kepada relawan yang telah membantu, kami ucapkan banyak terima kasih,” harap Nurhikma.

Hingga kini, korban gempa masih memilih bertahan di lokasi pengungsian. Gempa masih seringkali terjadi. (ajs)

Komentar

News Feed