oleh

Bursa Inovasi Desa Bambarasa Tampilkan Berbagai Olahan Makanan

PASANGKAYU–Hasil olahan rumahan, seperti kripik pisang, roti kering, otak-otak ikan bandeng serta beberapa produk buah tangan ditampilkan dalam Inovasi Desa Bambarasa, Selasa 23 Juli. Bursa Inovasi Desa Bambarasa di halaman Kantor Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, merupakan singkatan dari tiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Bambalamoto, Bambaira, dan Sarjo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pasangkayu, Arfan Lasibe mengatakan, progam inovasi desa bukan hal yang baru. Tetapi, ini merupakan upaya meningkatkan kreativitas dan memacu inovasi dalam rangka percepatan pembangunan maupun penuntasan kemiskinan di desa.

“Tahapan demi tahapan kegiatan sudah kita laksanakan. Saya melihat apa yang telah kita hasilkan selama ini di dalam proses pengelolaan APBDesa, baik bersumber dari dana desa maupun dari alokasi dana desa,” kata Arfan Lasibe.

Menurut, Arfan, capaian yang bisa kita buktikan diantaranya pembukaan jalan sudah ratusan kilo meter, pembangunan posyandu, serta peningkatan jalan dan drainase. Namun demikian, itu semua masih didominasi pembangunan fisik atau pembenahan infrastruktur desa.

Adanya inovasi desa, kata Arfan, dapat menumbuhkan potensi lokal untuk dikembangkan usaha dan percepatan yang berskala desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan serius sebab disiarkan secara langsung dan telah terkoneksi dengan website Kementrian Desa. “Apa yang kita hasilkan dalam kegiatan ini akan terbaca di tingkat pusat,” ucapnya.

Wakil Bupati Pasangkayu, Muhammad Saal mengatakan, di Kabupaten Pasangkayu sangat banyak potensi di tiap desa, namun harus digali lagi. Dari potensi itu, diharapkan menjadi sebuah produk. “Kalau tidak bisa diubah menjadi hasil produk dari potensi yang ada, maka kita masih kategori ketinggalan,” jelas Saal. (r3)

Komentar

News Feed