oleh

Bupati Pasangkayu tak Setuju Investor Dibatasi

PASANGKAYU – Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar meminta Bupati Pasangkayu untuk tak lagi memberikan izin pembangunan pabrik kelapa sawit dan lebih fokus melakukan pembinaan terhadap perusahaan yang sudah ada saat ini.

Bahwa saat ini terdapat tujuh Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Pasangkayu yang beroperasi dan satu lainnya dalam proses pembangunan yakni PT Palma.

Sedangkan yang telah beroperasi itu adalah PT Pasangkayu, PT Mamuang, PT Letawa, PT Surya Raya Lestari I, PT Unggul Widya Tekhnologi Lestari, PT Toscano Indah Pratama dan PT Awana Sawit Lestari.

“Kita tidak membatasi investor mau berinvestasi di daerah kita, tapi mari kita melindungi dan membina PKS yang sudah ada sekarang ini agar tetap beroperasi,” ujar Abd Waris, dalam rapat bersama Pemkab Pasangkayu, di salah satu warung di Pasangkayu, Kamis (26/6/2021).

Atas permintaan tersebut, Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, menegaskan tidak akan membatasi investor untuk berinvestasi di daerah yang dipimpinnya.

“Kita tidak lihat perkembangannya dulu. Seperti di wilayah Desa Benggaulu, belum ada pabrik. Walaupun berdasarkan RTRW disitu tidak termasuk wilayah industri, tapi kalau ada investor yang bermohon kita tidak bisa batasi, kita harus mempermudah pengurusannya,” tegas, Yaumil.

Katanya, untuk pemberian izin pendirian pabrik itu adalah kewenangan pemerintah provinsi, Pemda Pasangkayu hanya memberikan rekomendasi jika ada yang bermohon serta menerbitkan izin lokasi.

“Pada intinya Pemkab Pasangkayu tidak menutup diri jika masih ada yang mau berinvestasi. Kita lihat sekarang ini, dengan bertambahnya perusahaan, harga sawit makin naik dan ini sangat memberikan efek positif kepada petani,” tegasnya. (asp/jsm)

Komentar

News Feed