oleh

Bupati Janjikan Perluasan Lahan

MAMUJU — Kelompok Tani Sirannuang II, di Desa Beruberu Kecamatan Kalukku berhasil mengembangkan komoditi bawang merah. Jumat 10 September, mereka panen perdana.

Ketua Kelompok Tanjung Sirannuang II, Asbar mengatakan, saat ini mereka menanam bawang merah pada lahan seluas lima hektar dengan nilai produksi 15 ton per sekali panen.

“Sebelumnya kami tanam padi, setelah kami hitung dan coba kembangkan, ternyata bawang merah lebih menjanjikan,” kata Asdar, Jumat 10 September.

Menurut Asdar, jika harga pasaran bawang merah Rp 25 per kilogram, maka dalam sekali panen, kelompoknya bisa mendapatkan omset Rp 150 juta.

“Anggota kelompok kami 25 orang. Kami berharap dukungan pemerintah agar bisa lebih berkembang,” sebut Asdar.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi yang mengikuti panen perdana itu, mengaku akan memberikan dukungan untuk pengembangan komoditi bawang merah, melalui intervensi Pemprov Sulbar, yakni Dinas Pertanian Sulbar.

“Ya kalau kami bantu 20 hektar, Pemprov bolehlah intervensi 50 hektar untuk petani bawang,” papar Sutinah.

Selain pengembangan komoditi bawang merah, lanjut Sutinah, beberapa komoditi lain juga memungkinkan dikembangkan di Mamuju, seperti cabai.

“Kami harap cabai ini juga bisa dikembangkan. Jadi Mamuju tidak perlu lagi pasokan dari luar,” ungkap Sutinah.

Kepala Seksi Produksi Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Sulbar, Sufri mengungkapkan, 2022 pihaknya sudah merencanakan bantuan untuk perluasan lahan pengembangan bawang merah untuk Kelompok Tani Sirannuang II, seluas 50 hektar.

“Saya siap bersinergi dengan Pemkab Mamuju untuk pengembangan komoditi bawang merah, “singkat Sufri. (m5/jsm)

Komentar

News Feed