oleh

Bukan Seremoni Tetapi Refleksi

-Kolom-1.452 views

ULANG TAHUN Sulawesi Barat (Sulbar) ke-17, akan diperingati pekan ini (22 September 2021). Ini rutinitas saban tahun yang terus ada. Bahwa peringatan seperti ini selayaknya dijadikan sebagai kesempatan merefleksi. Jadi bukan peringatan rutin begitu saja tanpa makna.

Peringatan atau ulang tahun sejatinya bersandar pada kesadaran terhadap waktu itu sendiri, yang akan terus berjalan. Mengingatinya sama berarti sebagai pengalaman tentang waktu yang lewat. Tak mungkin ditarik kembali. Dan menurut para bijak, adalah kerugian besar bila dalam rentan perjalanan waktu tak ada perubahan lebih baik.

Kaitannya dengan itu, maka provinsi ini sungguh memerlukan refleksi. Setelah melihat apa yang telah dilewati serta apa yang telah terjadi. Dari sana memerlukan perenungan mengenai apa yang sudah atau apa yang telah dilakukan selama ini. Sebagai sebuah wilayah pemerintahan, ini dapat dikaitkan kurun waktu perjalanan pemerintahan khususnya dalam tahun terakhir. Apakah mengalami kemajuan, regres (mundur) maupun tetap di tempat.

Ke titik ini, refleksinya akan dikaitkan kondisi eksisten wilayah ini. Diantaranya angka kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, IPM, stunting, infrastruktur dasar dan kasus sosial lain seperti narkoba. Bahkan dengan kondisi daerah atas penanggulangan pandemi Covid-19 yang sementara penularannya belum ke titik nol.

Bila hal tersebut dilihat sebagai masalah, maka trend-nya apakah menggembirakan atau terpuruk. Dengan masalah ini maka konteksnya harus dapat ditemukan apa yang menyebabkan. Bila kenyataannya menggembirakan, tentu dapat diverifikasi faktor pendorong maupun penyebabnya. Sama halnya bila ternyata terpuruk, juga apa penyebabnya, siapa aktornya, dan apa penyebab utama dari keterpurukan.

Membawanya ke pertanyaan tersebut, maka secara reflektif muaranya kepada kesadaran terhadap masalah-masalah yang dimaksud. Atau secara reflektif, hal yang tak menggembirakan bagaimana dapat dipastikan pangkal masalahnya. Walau diketahui masalahnya bukanlah sesuatu yang terberi (given) begitu saja namun pasti ada penyebabnya, ada aktornya ?

Sebagai refleksi, adalah akan menyangkut kajian dan analisis, berikut jalan keluarnya. Merumuskan jalan keluarnya, sekehendaknya bukan hanya akan jadi pelecut baru, serta menjadi bagian pertama dan utama dari sekedar seremoni peringatan yang berulang. Akan tetapi dapat dicamkan karena hasil dari tindakan reflektif pemerintahan.

Sebagai refleksi, penting kembali meneguhkan bahwa masalah-masalah yang “menimpa” provinsi ini, akhirnya memerlukan penyadaran ulang bahwa adalah amat tak bermanfaatnya seremoni-seremoni yang dilakukan bila tanpa dilandasi kesadaran reflektif.

Atau artinya, tindakan yang dilakukan yang tidak dapat dirumuskan tujuan-tujuannya, tidak dapat diperiksa manfaat setelahnya, maka itulah yang dimaksud sempurnanya seremoni yang tak diketahui maknanya sehingga dilakukan.

Melihatnya sebagai refleksi, dengan menggunakan proporsi Kennet A. Merchant dalam buku Manajement Control Syistems, sangat menekankan dimensi kerja dan tanggungjawab organisasi. Maksud tanggungjawab ini dengan mengaitkan peran pengelola organisasi pemerintahan adalah harus menegaskan tentang tujuan di balik setiap agenda. Oleh karenanya, tak sedikit pun dalam agenda pemerintahan yang boleh dilakukan bila tidak dapat menghasilkan kemajuan.

Kembali ke peringatan ulang tahun Sulbar kali ini sebagai bukan seremoni. Tetapi seharusnya sebagai refleksi, adalah agar kesadaran pemerintahan tidak bersifat latah. Sebab memperingati kelahiran Sulbar bukan sesuatu yang salah untuk mengingati kembali peristiwa bernama ulang tahun kelahiran. Namun agar menemukan aspek substansialnya adalah akan dilihat manfaat dari peringatan ultah itu. Supaya bukan seremoni yang tak menghasilkan apa.

Akan dilihat setelah ini adakah lahir semangat dan tekad yang bertambah kuat. Untuk sungguh-sungguh misalnya memilih yang prioritas untuk masyarakat, dan agar terhindar dari pilihan kepentingan ini adalah untuk diri sendiri pemerintahan atau bukan ditujukan untuk kepentingan masyarakatnya.

Walhasil, selamat mengingati kelahiran provinsi ini yang ke-17. Semoga para pemangku pemerintah daerah sehat wal-afiat semuanya. Dan masyarakatnya menerima manfaat besar dari peringatan ulang tahun Sulbar kali ini. (***)

Komentar

News Feed