oleh

Budidaya Anggrek Hingga Eloknya Air Terjun Liawan

VILA Edelweis, Hutan Pinus dan Wisata Angrek adalah satu paket wisata alam Mamasa. Tepatnya di Desa Tondok Bakaru. Lalu ke Air Terjun Liawan. Komplit.

Laporan: Imran Jafar, Mamasa

Budidaya Anggrek Hingga Eloknya Air Terjun Liawan

Hari ketiga FAM Trip Tour Jelajah Wisata Sulbar Marasa I, masih di Mamasa.
Sesuai rencana panitia, perjalanan menuju objek wisata harus lebih dulu bergerak sebelum langit Selasa 17 November, terpancar matahari.

Pukul 05.30 Wita, suasana aktivitas warga di Pusat Mamasa ini terlihat ke abu-abuan akibat lapisan embun pagi itu. Bahkan rombongan tak dapat melihat ujung perbukitan yang akan menjadi tujuan.

Jelasnya, rute pertama adalah mengunjungi Vila Edelweis di Desa Tondok Bakaru.

Disana, pengelola vila, Petrus Sari sudah menunggu.

Rombongan bergegas, dari Hotel Anoa Mamasa, menuju Desa Tondok Bakaru. Sekira lima menit kendaraan disambut pemandangan persawahan, disitulah ratusan Angrek dikoleksi dalam sebuah kotak khusus (Green House). Namun mengingat rute jelajah wisata pertama adalah Vila Edelweis maka perjalanan pagi itu lajut dengan berjalan kaki.

Vila Edelweis menjadi tujuan pertama untuk mengejar panorama embun pagi sebelum hilang terbawa angin. Benar saja, lelah berjalan sekira 20 menit terbayarkan dengan suasana pagi, mentari mengintip diantara pucuk pohon Pinus membuat gumpalan awan tampak memancarkan warna keindahan alam. Benar-benar sejuk suasana di bukit Tondok Bakaru itu.

“Vila Edelweis ini sudah dua tahun terus kedatangan pengunjung, kecuali saat pandemi, agak kurang,” tutur Petrus.

Kesejukan di Desa Tondok Bakaru pun masih terasa di Hutan Pinus. Disana seorang pengelola sedang memanen sayur-sayuran. Namanya Benyamin. Menamai hutan Pinusnya itu ‘Wisata Lenong’.

Dia pun mengaku, kekurangan pengunjung selama pandemi. Biasanya puncak keramaian pengunjung mencapai 700 an pengunjung saat Natal tiba. Namun ia tidak tahu Natal yang akan datang, semoga dengan kebijakan protokol kesehatan menjadi akses wisatawan kembali meramaikan Hutan Pinus.

Petrus mengatakan, lahan miliknya seluas empat hektar dan kedepan akan terus mengembangkan dan menata Villa Edelweis agar lebih dikenal wisatawan mancanegara. Sembari menunggu bantuan dana pemerintah untuk perbaikan akses sarana dan prasaran lainnya. Begitupun dikatakan Benyamin, soal akses masih perlu perhatian.

Terus berjalan menuruni bukit hingga kembali ke parkiran kendaraan tadi. Waktunya menengok sebuah kotak 10×10 meter persegi, green house budidaya anggrek.

Pengelola Green House Orchid, Andrea menjelaskan budidaya anggrek di Tondok Bakaru itu buah dari insiatif pemuda di Mamasa. Sudah dua tahun. Terdapat beberapa endemik langka yang ditemukan. Selama itu pula budidaya anggrek terus berkembang di Tondok Bakaru Mamasa dan mendatangkan keuntungan ekonomi. Mencapai puluhan juta per bulan.

Kini ada ratusan Anggrek dilestarikan oleh sejumlah komunitas Orchid (Anggrek) di Mamasa. Diambil dari beberapa titik di Hutan Pinus, lalu dilestarikan, sekaligus menjadi edukasi bagi generasi agar mencintai alam.

Pulang dari desa Tondok Bakaru, rombongan jelajah wisata diperkenalkan dengan salah satu kain tenun tradisional. Jika di Mamuju dikenal tenunan Sekomandi maka di Mamasa ada Tenun Sambu, yakni sebuah sarung hasil tenunan tradisional khas Mamasa.

Hari Ketiga Jelajah Wisata Sulbar Marasa 1 melanjutkan perjalanan. Sekira satu jam lebih bergeser dari pusat Kabupaten Mamasa, tiba di Kecamatan Sumarorong. Tepatnya di Desa Tadisi, jalan setapak memasuki desa itu berseberangan dengan akses masuk Bandara Sumarorong.

Di Desa Tadisi Rombongan mengunjungi Air Terjun Liawan, yakni sebuah wisata alam. Menjangkau wisata itu harus berjalan kaki selama 30 menit. Melewati setapak di tengah persawahan.

Hari yang panjang melewati sejumlah titik wisata alam di Mamasa. Pukul 16.00 Wita, rombongan bersiap meninggalkan Kecamatan Sumarorong menuju Polewali Mandar.

Agenda berikutnya ke Wisata Pantai Mampie. Sayangnya, hari mulai gelap, sehingga BUS Damri yang ditumpangi terus menuju Majene istirahat dan kenbali mempersiapkan tenaga untuk Jelajah Wisata hari keempat, Rabu 18 November. (***)

Komentar

News Feed