oleh

BPBD Sulbar Perkuat Sinergitas Penanggulangan Bencana

MAMUJU — Penguatan manajemen penanggulangan bencana, bergulir di Mamuju, Selasa 17 November.

Rapat Koordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar ini dibuka Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, Mayjen. (Purn) TNI Dody Usodo, di Grand Maleo Hotel.

BPBD Sulbar Perkuat Sinergitas Penanggulangan Bencana

Rakor bertujuan mengevaluasi dan meningkatkan koordinasi manajemen penanggulangan bencana di Sulbar untuk menunjang agenda pembangunan Presiden Joko Widodo yakni membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

“Penanggulangan bencana harus tetap bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait. Selain itu, dimasa pandemi ini, penanganan bencana juga harus tetap mengedepankan protokol kesehatan covid 19 yang ketat,” jelas Dody Usodo.

Dijelaskan, trend kejadian bencana di Indonesia selama 4 tahun terakhir terus meningkat setiap tahun dengan presentasi kejadian bencana tertinggi merupakan bencana hidrometeorologi.

Sulbar merupakan daerah yang rawan terhadap bencana. Ini disebabkan kondisi alam yang kompleks dengan topografi wilayah yang bervariasi membuat Sulbar memiliki ancaman bencana akibat fenomena geologi dan hidrometeorologi.

“Bencana alam yang mengintai Sulbar adalah bencana banjir. Selain itu, Sulbar menyimpan potensi bencana kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, banjir bandang serta gelombang ekstrim dan abrasi yang cukup tinggi. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana serta sinergitas multipihak baik pemerintah pusat maupun daerah,” terang Dody Usodo.

Rakor diikuti perwakilan TNI-Polri, Basarnas, Tagana, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, FKPPI, Pemadam Kebakaran dan Satpol PP dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat guna memutus mata rantai penularan korona.

Dody juga menekankan bahwa penaggulangan bencana di daerah harus tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Kepala BPBD Sulbar, Darno Madjid, ada tiga poin yang bisa dipetik dalam pertemuan ini, sebagai referensi dalam penanggulangan bencana, yakni, membangun sinergitas antara stakeholder terkait. Menyatukan persepsi terkait penanggulangan bencana dan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Didunia ini tidak ada satu pun negara yang terlepas dari bencana, termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, esensi dalam rakor ini adalah, bagaimana kita membangun koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga dalam penanggulangan bencana dapat dilaksanakan dengan baik,” tegas Darno. (ian/rul)

Komentar

News Feed