oleh

BNN-Polda Sulbar Musnahkan Sabu 1,3 Kg, DPO Diringkus di Kaltim

MAMUJU – Seorang tersangka kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya, berstatus buron, RA alias AB (24) berhasil ditambkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulbar, di tempat persembunyiannya di Jl. Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Warga Desa Labuang Kecamatan Banggae Timur, Majene itu, merupakan pengedar sabu seberat sekira 382,1 gram, yang berhasil melarikan diri setelah BNN Sulbar dibantu Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polda Sulbar, mencoba menangkapnya.

Saat itu RA alias AB bersama bersama rekannya seorang warga Desa Tangan Baru Kelurahan Limboro, Polewali Mandar (Polman), berinisial IR alias CW (35), terjaring razia di sekitar Simpang Lima Kali Mamuju, pada Rabu 10 November lalu.

Mobil Toyota Kijang hitam DD 1208 XP yang digunakan bahkan menerobos dan hampir menabrak petugas. Tim terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun berhasil kabur. Untung saja Sat Polairud berhasil menangkap IR alias CA. Sedangkan RA alias AB saat itu berhasil meloloskan diri.

“Keberadaan RA alias AB diketahui berkat laporan warga. Setelah mendapat laporan tersebut pada Rabu 34 November, tim BNN Sulbar menuju Kaltim. Atas kerja sama antara BNN Kaltim, RA Alias AB berhasil ditangkap di Jl Damanhuri, Kaltim dengan barang bukti satu unit HP dan satu ATM,” kata Kepala BNN Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, di Kantor BNN Sulbar, Rabu 8 Desember.

Saat RA diinterogasi, kata jenderal polisi bintang satu tersebut, RA mengakui jika sabu delapan saset seberat 382,1 gram yang hendak diedarkan di Sulbar, diperoleh dari salah seorang warga Malaysia. RE saat ini berstatus buron.

“Hasil labfor (laboratorium forensik, red), sabu 382,1 yang diamankan positif mengandung metamfetamin. Para pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati,” ujar Brigjen Pol Sumirat.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah sabu seberat 382,1 gram, satu buah pireks kaca, plastik hitam, mobil Toyota Innova hitam DD 1208 XP, dua unit HP dan satu ATM.

Di saat yang sama, BNN Sulbar dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulbar, memusnahkan sabu soberest sekira 1,3 Kilogram (Kg) dari dua kasus yang ditangani dua institusi tersebut di tahun ini. BNN Sulbar memusnahkan 373,2 gram dan Ditresnarkoba Polda Sulbar 987,7 gram.

“Kita ada 382,1 gram. Namun yang dimusnahkan 373,2 gram. Kita sisihkan 8,8 gram. Sedangkan dari Polda Sulbar ada 1,01 Kg dan yang dimusnahkan sekira 987,7 gram. Disisihkan 27,92 gram. Dari barang haram tersebut kita menyelamatkan 5 ribu orang,” kata Brigjen Pol Sumirat.

Alasan disisihkan, lanjutnya, untuk kepentingan penyidikan, persidangan dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk digunakan untuk bahan pendidikan dan pelatihan pengujian barang bukti.

“Pemusnahan barang bukti bisa dilakukan tidak setelah inkrah di persidangan. Pemusnahan bisa dilakukan sebelum persidangan dilakukan. Makanya pemusnahan ini disaksikan pengadilan, kejaksaan dan unsur lainnya.
“barang bukti lain seperti mobil dan sebagainya masih dalam penyitaan. Tergantung majelis hakim nanti bagaimana keputusan,” sebutnya.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail mengaku, Pemprov Sulbar komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulbar. Bahkan, belum lama ini ia memerintahkan BNN Sulbar melakukan tes urin kepada seluruh pegawai Kesbangpol Sulbar. “Alhamdulillah saat tes urine, tidak ada yang positif. Saya kira kerja-kerja pemberantasan narkotika ini harus kolaboratif,” tandasnya. (ajs/jsm)

Komentar

News Feed