oleh

BMKG Imbau Waspadai Fenomena La Nina

MAMUJU – Hujan dengan intensitas lebat dan kadang disertai angin kencang diperkirakan bakal terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa itu adalah fenomena iklim La Nina.

BMKG Imbau Waspadai Fenomena La Nina

Yakni terjadinya pendinginan pada suhu permukaan laut di Samudera Pasifik.

Dampaknya, akumulasi curah hujan meningkat hingga 40 persen. Tak terkecuali di Sulbar. Fenomena ini diprediksi bisa terjadi hingga Februari tahun depan.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Majene, Agus ST dalam rilisnya mengatakan, hujan dengan intensitas ringan dan disertai petir diperkirakan masih terjadi. Khususnya di Mamuju. Suhu rata-rata 19 hingga 31 derajat celcius.

“Diperkirakan sekira pukul 14.00 wita dan 02.00 wita dini hari,” kata Agus ST, Senin 19 Oktober.

BMKG juga mengingatkan pemangku kepentingan untuk bersiap menghadapi fenomena tersebut. Mengantisipasi longsor dan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Muhammad Ali Rachman menyebutkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) telah bersiaga sejak BMKG mengumumkan fenomena La Nina.

“Setiap titik-titik langganan banjir menjadi fokus kami. Ada 20 orang personel TRC. Siaga 1×24 jam,” papar Ali.

BPBD Mamuju, lanjut Ali, juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Tagana untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

“Ada beberapa titik menjadi langganan banjir. Seperti Kalukku, sampaga dan Tommo. Dan ternyata Kalumpang juga, kemarin sempat banjir. Itu akibat luapan sungai,” pungkas Ali. (m2/jsm)

Komentar

News Feed