oleh

BKIPM Lepas 42 Kepiting Bakau

MAMUJU — Sebanyak 42 kepiting bakau disita dan dilepasliarkan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mamuju.

Kepiting bakau tersebut disita dari salah seorang pemilik yang baru saja tiba di Pelabuhan Feri Mamuju pada Kamis 24 Desember. Penyitaan dilakukan lantaran pemilik tidak memiliki dokumen resmi Karantina Ikan (KI-D2) dari Kalimantan.

BKIPM Lepas 42 Kepiting Bakau

Kepala BKIPM Mamuju, Abdur ROhman mengatakan, kepiting bakau didapat setelah petugas BKIPM Mamuju memeriksa barang bawaan penumpang Kapal Feri Laskar Pelangi di Pelabuhan Feri Mamuju.

“Kalau dibilang hasil penyelundupan, bukan. Cuman hanya tidak berdokumen saja. Mungkin ketidaktahuan pemilik. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan kepiting tersebut ukuran karapasnya kurang dari 12 cm. Di bawah standar,” kata Rohman, Sabtu 26 Desember 2020.

Hal tersebut, kata Rohman, bertentangan dengan Undang-undang (UU) Nomor 21 tahun 2019 dan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang penangkapan dan melalulintaskan kepiting bakau yang tidak sesuai dengan ukuran yang diizinkan merupakan pelanggaran.

“Tidak untuk dijualbelikan. Cuman buat konsumsi. Tapi, kami petugas. Karena memang wajib disertai dokumen jadi kami lakukan pemeriksaan dan pengawasan,” ujar Rohman.

Olehnya, Sabtu 26 Desember, BKIPM Mamuju melepasliarkan 42 kepiting bakau yang tidak memiliki dokumen tersebut di daerah pohon mangrove di sekitar jalan Arteri.

Pelepasan Kepiting dilakukan setelah berkoordinasi dengan instansi terkait, kepolisian pelabuhan, PSDKP Satwas Mamuju, penyuluh perikanan dan stakeholder di dalam Pelabuhan Feri Mamuju.

“Ini baru pertama kali didapat tahun ini. Kepiting bakau yang berukuran karapas kurang dari 12 cm yang memang nyata-nyata bertentangan dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020,” pungkasnya (ade/jsm)

Komentar

News Feed