oleh

BKD Petakan Kualifikasi dan Kompetensi ASN

MAMUJU – Pemahaman dalam penyusunan pola karir ASN di setiap perangkat daerah, sangatlah penting bagi setiap penyelenggara pemerintahan.

Untuk itu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar menggelar kegiatan penyusunan rencana pengembangan karir dan pola karir ASN Lingkup Provinsi dan Kabupaten se-Sulbar di Lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 22 November 2019, lalu.

Sekprov Sulbar DR. Muhammad Idris mengatakan, berkenan dengan pengembangan karir, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kualifikasi, kompetensi, kinerja, kebutuhan organisasi dan mempertimbangkan integritas dan moralitas.

Mengenai kualifikasi, lanjut Idris, dapat dilihat dari senioritas dan daftar urut kepangkatan. Sedangkan kompetensi adalah kompetensi tehnis seperti, pendidikan, diklat tehnis dan pengalaman serta kompetensi sosial kultural yang berkaitan dengan kemampuan pegawai dalam memahami kondisi masyarakat.

“Pola karir sangat berhubungan erat dengan pengembangan karir. Jika pengembangan karir merujuk pada meningkatkan karir pegawai maka pola karir adalah pedoman terhadap jenjang karir yang akan dilalui ASN. Selain jenjang karir, pola karir juga sebagai motivasi pegawai dalam bekerja. Pola karir yang baik akan memberikan kepastian kepada pegawai tentang pelaksanaan tugas yang akan menentukan masa depan mereka dalam organisasi,” ujarnya.

Idris menambahkan, saat ini akan ada perampingan jabatan eselon III dan IV sesuai surat edaran Menpan-RB Nomor 384 tahun 2019 tentang langkah strategis dan konkret penyederhanaan birokrasi. Sejalan dengan itu untuk mewujudkan ASN sebagai bagian dari reformasi birokrasi, perlu ditetapkan ASN sebagai profesi yang memiliki kewajiban mengelola dan mengembangkan dirinya dan wajib mempertanggung jawabkan kinerjanya serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen ASN.

“Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan,” ujarnya dihadapan 60 orang peserta dari pengelola kepegawaian setiap OPD lingkup Sulbar dan Kabupaten.

Kegiatan ini sangat mendukung dalam pemetaan kompetensi ASN dalam menentukan dan menempatkan seseorang dalam jabatan yang sesuai kemampuan ASN yang berlandaskan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja.

“Perlu adanya pemetaan jabatan untuk mengetahui seluruh jabatan yang ada dan kedudukan dalam unit organisasi yang memuat jumlah pegawai, pangkat atau golongan ruang, kualifikasi pendidikan dan beban kerja unit organisasi,” tutupnya. (ian/rs)

Komentar

News Feed