oleh

Bidan Miliki Peran Penting Melindungi Kesehatan Reproduksi

MAMASA–Posisi bidan dalam melayani kesehatan masyarakat sangat urgen. Begitu pentingnya, bidan dituntut melindungi kesehatan reproduksi. Bidan juga diharapkan dapat menekan angka kematian ibu hamil dan anak.

Dalam peringatan HUT ke-68 IBI Provinsi Sulbar di Mamasa, Sabtu 29 Juni, IBI berharap bantuan pemerintah daerah ikut memperhatikan kesejahteraan dan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) (SDM) bidan. Peringatan HUT IBI dengan tema,”Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan”, dihadiri enam kabupaten yang ada di Sulbar.

Ketua IBI Mamasa, Naomi Bunga mengatakan dirinya sebagai pengurus cabang bersyukur karena diberi mandat menjadikan tuan rumah peringatan HUT IBI se- Sulbar. “Karena kami bisa mengenalkan daerah Mamasa kepada orang luar. Baik dari segi keramahan penduduk, sektor pariwisata dan juga beberapa ciri khasnya,” terang Naomi Bunga.

Selama ini IBI Mamasa, telah melakukan banyak hal sebagai mitra kerja pemerintah daerah. “Seperti berupaya menurunkan angka kematian ibu anak dan juga salah satunya yakni membantu menurunkan kasus stunting,” tambahnya.

Ia mengaku Indonesia merupakan salah satu negara penyandang kasus stunting, kedua di dunia. Sedang, Sulbar masuk nomor urut kedua di Indonesia. Sementara Kabupaten Mamasa berada pada urut kedua di Sulbar setelah, kabupaten Majene.

Naomi berharap peningkatan SDM bidan sehingga bisa memberikan pemahaman kepada ibu dan anak akan gizi yang seimbang. “Namun bagaimana bisa memberikan pemahaman jika para bidan hanya sebatas lulusan D3 saja,” keluhnya.

Ia pun mengharapkan agar SDM bidan bisa lebih ditingkatkan, dengan memberikan beasiswa untuk menyekolahkan bidan lanjut ke perguruan tinggi negeri. “Jadi kalau kembali, bisa memberikan kontribusi pengetahuanan kepada Mamasa,” pintanya.

Ketua IBI Sulbar, Hasriati Saleh, berpesan kepada para bidan agar memperbaiki kinerja. “Sehingga harapan Pemkab, IBI bisa menjadi mitra kerja yang baik dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak,” terang Hasriati Saleh.

Lanjutnya, peningkatan kualitas sangat diperlukan, untuk membuat suatu langkah pencegahan adanya kematian ibu hamil. “Bagi bidan jangan melakukan tindakan yang bukan wewenangnya,” pesan Hasrianti.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa ,dr Hajai mengungkapkan stunting merupakan program nasional yang dimulai dari penangan ibu hamil sampai anak. “Sehingga peningkatan kualitas bidan tentunya bakal dipertimbangkan, namun bukan hanya bidan saja melainkan beberapa profesi lainnya,” terang dr Hajai.

Hajai menambahkan organisasi IBI sangat diperlukan untuk memperjuangkan hak bidan, namun juga harus dibina dengan baik.

Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda, mengaku jika diketahui bidan merupakan garda terdepan bagi generasi. “Karena sejak pertama kali menikah semua berurusan dengan bidan,” ujarnya.

Pemkab Mamasa tentunya siap membantu IBI sesuai dengan kemampuan daerah. “Persoalan menyekolahkan bidan, silahkan berkonsultasi dengan kepala dinas kesehatan, karena tentunya kita tetap siap membantu walaupun terbatas,” tambahnya. (r4)

Komentar

News Feed