oleh

Berprestasi dan Inovatif, Gubernur Apresiasi BKKBN Sulbar

MAMUJU–Dinilai berprestasi dan inovatif, Gubernur Ali Baal Masdar, mengapresiasi kinerja BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiona) Sulbar. Ali Baal menilai permasalahan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Sulbar, berhasil diatasi.

BKKBN Sulbar, kata Ali Baal, berhasil melaksanakan program kerjanya dan turut membantu Pemprov Sulbar dalam mengatasi berbagai permasalahan kependudukan di Sulbar. Selain itu, BKKBN Sulbar terus melakukan inovasi-inovasi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan daerah Sulbar.

“Berkat kerja keras Andi Ritamariani dan jajarannya, BKKBN Sulbar saat ini terus mendapatkan prestasi. Tiada hari tanpa berprestasi dan tiada hari tanpa melakukan inovasi yang baik bagi perkembangan Sulbar,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Harganas XXVI tingkat provinsi Sulbar, di Kantor BKKBN Sulbar Kamis 18 Juli.

Terbaru, BKKBN meluncurkan aplikasi data center kependudukan yang diresmikan gubernur di Kantor BKKBN Sulbar. Aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat dan pemerintah untuk mendapat informasi terkait kependudukan di Sulbar. “Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi Pemprov Sulbar didalam mendeteksi permasalahan yang dihadapi masyarakat di lapangan, khususnya daerah pelosok. Dengan adanya aplikasi ini, akan memudahkan kita untuk melakukan intervensi,” ujarnya.

Selain itu, Ali Baal juga mengapresiasi pembinaan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang dilakukan BKKBN Sulbar. UPPKS adalah kelompok usaha ekonomi produktif, yang beranggotakan sekumpulan anggota keluarga yang saling berinteraksi. UPPKS terdiri dari berbagai tahapan keluarga sejahtera, baik pasangan usia subur, peserta KB, remaja dan lanjut usia.

Tujuannya, mengajak keluarga aktif bergerak dalam ekonomi produktif, mensosialisasikan pengelolaan keuangan keluarga, meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga serta newujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

“Saya berharap agar kelompok UPPKS terus meningkatkan kualitas produknya. Kami selalu siap mensuppor kebutuhan kalian, baik peralatan maupun pendistribusiannya. Saya akan mendatangkan orang-orang yang ahli untuk meningkatkan ketrampilan kalian dalam pengembangan kualitas produk lokal Sulbar. Kalau sebelumnya harga produk kalian hanya puluhan rupiah, tapi setelah diolah akan meningkat menjadi ratusan bahkan jutaan rupiah,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sulbar, Andi Ritamariani Basharu mengaku, prestasi dan inovasi yang dihasilkan BKKBN Sulbar tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras dari semua pihak. Pihaknya tidak akan bisa melakukan banyak hal tanpa dukungan mitra kerja dan pengambilan kebijakan di daerah.

Terkait peluncuran aplikasi data center kependudukan, Ritamariani mengatakan, aplikasi tersebut merupakan inovasi yang di buat oleh staf BKKBN Sulbar. Fungsinya untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi tentang data capaian dan target BKKBN Sulbar.

Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat atau akademisi yang membutuhkan data terkait kependudukan tidak perlu lagi datang kekantor BKKBN. Cukup membuka aplikasinya melalui HP Android, maka semua data yang dibutuhkan akan muncul. Bahkan, besaran anggaran BKKBN dan pemanfaatannya juga ada dalam aplikasi tersebut.

“Meskipun aplikasi ini belum sempurna, tapi setidaknya kami sudah berusaha melakukan inovasi-inovasi. Dengan adanya aplikasi data center kependudukan ini, siapa saja akan mudah mengakses segala informasi yang diinginkan terkait BKKBN Sulbar. Ini kita lakukan sebagai bentuk transparansi kita di BKKBN Sulbar. Tidak boleh ada informasi yang ditutup-tutupi, baik prestasi atau sebaliknya. Semuanya harus di buka untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN juga melakukan promosi program KKBPK melalui parade kendaraan dinas penyuluh lapangan KB. Parade yang diikuti puluhan sepeda motor dan mobil ini juga untuk pertama kalinya dilakukan BKKBN. Parade ini bertujuan untuk menggaungkan program KKBPK yang selama ini mulai meredup. “Dengan dilaksanakannya parade ini berkeliling kota Mamuju, diharapkan program kita kembali bergema di masyarakat,” ujarnya.

Direktur Bina Kesetaraan KB Jalur Swasta BKKBN Pusat Widwiono mengatakan, Program KKBPK di Indonesia secara kwantitas dan kualitas cukup menggembirakan. Rata-rata Wanita Usia Subur melahirkan dari 6,7 persen tahun 1970 menjadi 2,4 persen tahun 2018. Rata-rata jumlah anak setiap wanita usia subur 2 hingga 3 orang anak. Secara kualitas penggunaan alat kontrasepsi sudah banyak yang menyukai metode jangka panjang untuk mengatur jarak kelahirannya.

“Kegiatan-kegiatan dalam upaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga juga terus berkembang di masyarakat. Keberhasilan ini berkat komitmen yang kuat para pemangku kepentingan dengan para mitra kerja BKKBN,” ujarnya. (ian)

Komentar

News Feed