oleh

Berkeliaran Dalam Kota, Edi Suryanto: Pemilik Tak Datang, Sapi Bakal Dipotong

MAMUJU – Mamuju sebagai Ibu Kota Sulbar, masih menyimpan berbagai persoalan yang tak kunjung terselesaikan. Salah satunya, sapi yang berkeliaran dalam kota.

Banyaknya sapi berkeliaran di dalam kota sangat menciderai slogan Mamuju Keren yang diinisiasi Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dan Wakilnya Ado Mas’ud.

Pemandangan kota pun menjadi tak karuan karena sapi meninggalkan jejak berupa kotorannya di jalanan. Belum lagi, sampah yang bertebaran di jalan karena kerap dihamburkan sapi dari tempat sampah warga.

Jika Pemkab Mamuju tak tegas mengambil sikap, bukan tak mungkin harapan meraih predikat Adipura tak bakal bisa diraih.

Menyikapi hal tersebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Mamuju, Edi Suryanto mengatakan, sudah ada Surat Edaran (SE) yang diterbitkan bupati Mamuju.

“Jika masih ada sapi yang berkeliaran maka bakal ditangkap. Jika selama dua hari pemilik tidak datang, maka bakal dipotong dan dagingnya diserahkan ke Dinsos Mamuju untuk dibagikan ke warga kurang mampu,” kata Edi, kepada Radar Sulbar, Selasa 24 Agustus.

Dalam SE Nomor 009/16/VIII/2021 yang diteken pada Senin 23 Agustus, tersebut meminta pemilik ternak menyediakan kandang bagi ternaknya.

“Kita sosialisasikan dulu selama satu bulan. Jika sosialisasi sudah dilakukan dan tidak diindahkan maka akan ditindak,” sebut Edi.

Edi menambahkan, surat edaran tersebut bakal efektif diterapkan pada 23 September.

“Kalau saya lihat, pemilik hewan tidak banyak di Mamuju. Hanya segelintir orang saja. Yang banyak berkeliaran di Kelurahan Rimuku, Lingkungan Axuri,” pungkasnya. (ajs)

Komentar

News Feed