oleh

Berharap Pemda Perhatikan Warganya yang Kurang Mampu

BANTUAN pihak terkait sudah lumayan. Namun belum cukup bagi Wahid (30) dan Hijrah (30) yang harus memboyong anaknya ke Makassar untuk melanjutkan perawatan.

LAPORAN: IMRAN JAFAR, Mamuju

Kemarin, sejumlah pemuda berpencar di perempatan Simbuang Mamuju. Menggunakan masker, mereka menyodorkan kardus yang ditempeli gambar seorang anak.

Mereka adalah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalumpang Raya (Hipmakar).
Aksi yang dilakukan adalah penggalangan dana untuk membantu biaya hidup salah seorang warga Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Mamuju.

Salah seorang anggota Hipmakar, Musdalifa mengatakan, penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap seorang anak yang sedang dirawat di RS. Mitra Manakarra Mamuju.

“Namanya Nur Fayzah,” sebut Musdalifa, ditemui di Jalan Proso Transulawesi, Selasa 16 Juni.

Benar saja, Nur Fayzah dirawat di kamar 202 Lantai II RS Mitra Manakarra Mamuju. Anak perempuan delapan tahun itu mengalami gagal ginjal.

Ibu Fayzah, Hijrah (30) mengatakan, anaknya sudah dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit.

Mungkin ia tak bisa bertahan selama itu seandainya tidak mendapat sumbangan dari keluarganya di Bonehau. Termasuk sumbangan dari sejumlah mahasiswa.

Ayah Fayzah, Wahid (30) mengatakan, biaya perawatan anaknya tertanggung melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Baginya itu sangat membantu.

Hanya saja, saat mendengar kabar dari dokter bahwa anaknya akan dirujuk, dia pun kembali kebingungan.

“Mau dirujuk ke Makassar, tapi itu lagi nanti biaya hidup nanti kalau disana tidak ada,” tuturnya.

Ayah dari tiga anak ini mengaku hanya bekerja sebagai petani dengan garapan dan penghadilan yang tidak menentu, dia pun mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), itu juga membantu menghidupi tiga anaknya.

Termasuk biaya selama perawatan anak keduanya, Nur Faizah selama di Rumah Sakit.

Dia tentu menginginkan kesembuhan anaknya keduanya itu. Juga jika harus menempuh rujukan ke Makassar. Ia bersedia, namun tidak dengan saku kosong.

“Saya juga belum tahu ini, kalau jadi dirujuk saya juga belum tahu bisa atau tidak, karena tidak ada biaya kalau mau ke Makassar,” tuturnya melalui telepon.

Atas dasar itu, Ketua Hipmakar, Aco Riswan Ma Rifatullah terus menyemangati keluarga Nur Fayzah.

Salah satunya dengan melakukan aksi penggalangan dana, bahkan telah menyasar kantor-kantor pemerintahan untuk mengumpulkan biaya yang dibutuhkan.

Hanya saja jumlah yang sudah terkumpul dirasa masih belum memadai. Karena itu, anak-anak Hipmakar masih akan melanjutkan aksi sosial tersebut.

“Harapan kami dana yang telah kami kumpulkan bisa digunakan untuk biaya pengobatan adik Nur Faizah,” tuturnya.
Ia pun bakal terus mendukung orang tua Nur Fayzah, agar melanjutkan rujukan ke Makassar.

“Kita harapkan Bupati Mamuju dan DPRD Mamuju memperhatikan warganya yang kurang mampu,” tutup Aco. (***)

Komentar

News Feed