oleh

Belajar di Agustus

BANYAK peristiwa bersejarah di bulan Agustus. Apalagi tahun ini, tahun baru Islam 1443 Hijriah juga jatuh di bulan Agustus.

Tahun hijriah ditandai dengan peristiwa besar yakni hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Sebelum mengenal kalender Islam atau kalender Hijriah, masyarakat Arab mengenal tahun dengan menamainya menggunakan peristiwa penting di tahun tersebut. Misalnya kelahiran Nabi Muhammad SAW, dikenal dengan Tahun Gajah, karena saat itu bertepatan dengan penyerangan terhadap Kabah oleh pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.

Ditetapkannya tahun hijriah, menjadi babak baru bagi perkembangan ilmu astronomi bagi masyarakat Arab. Selanjutnya, ilmu itu dibawa hingga ke Indonesia oleh para saudagar Persia.

Di bulan Agustus, bapak proklamator kita, Bung Hatta lahir, yakni 12 Agustus 1902. Sebagai bapak proklamator, tentu jasa beliau terhadap negara ini sangat besar. Banyak contoh teladan yang dapat kita petik dari kisah hidup beliau.

Antara lain, kesederhanaannya sebagai pemimpin. Beliau juga sangat anti korupsi, menjunjung tinggi kejujuran. Salah satu ungkapan beliau yang patut menjadi pelajaran bagi kita yakni “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki.”

Dua hari setelahnya, kita memperingati hari Pramuka, 14 Agustus. Penetapan Hari Pramuka ini berdasarkan hari pelantikan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961. Itu artinya, sudah 60 tahun kepanduan ini berdiri dan mempunyai peran besar dalam menciptakan generasi muda bangsa yang kelak menjadi pemimpin.

Saya pun teringat saat SD hingga SMP dulu, giat mengikuti pramuka agar dapat terpilih mengikuti jambore nasional. Tujuannya hanya satu, agar bisa melihat Ibu Kota Negara, Jakarta.

Sebagai anak kampung, impian itu sudah sangat luar biasa saat itu. Sayangnya cita-cita tersebut tak kesampaian. Sementara beberapa teman sekelas lainnya, mereka berhasil terpilih. Saya tidak pungkiri akan fakta tersebut, sebab mereka sangat aktif dalam kegiatan kepramukaan dibanding saya. Walaupun mencoba ikhlas, namun hati ini tetap sedih. Beberapa hari selerah makan hilang.

Komentar

News Feed