oleh

Begini Aturan Pembatasan Jika Ibadah Haji 2021 Dilaksanakan,

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi masih belum memberikan penjelasan detil terkait jumlah kuota jamaah Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji 1442 H. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mensinyalir, bila haji akan diselenggarakan, maka akan ada pembatasan ketat terhadap sejumlah ritual ibadah.

Oleh karenanya, ia meminta calon jamaah maupun petugas haji bersiap menghadapi hal tersebut. “Dampak dari penerapan prokes ketat adalah adanya sejumlah pembatasan bagi jamaah dalam menjalani ibadah,” kata Yaqut dalam kererangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Menurut Yaqut, berkaca pada penyelenggaraan umrah awal tahun lalu, pembatasan yang akan diberlakukan antara lain meliputi larangan salat di Hijr Ismail dan berdoa di sekitar Multazam. Shaf saat mendirikan salat juga diatur berjarak. Ada juga pembatasan untuk salat jemaah, baik di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pembatasan ini diperkirakan juga akan diterapan pada prosedur pelaksanaan ibadah saat puncak haji. Baik di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan saat lontar jumrah. “Termasuk juga saat pelaksanaan umrah wajib dan thawaf ifadlah. Semua harus dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” terangnya.

Pembatasan masa tinggal menurut Menag juga akan berdampak pada pelaksanaan sejumlah ibadah sunah. Salah satunya, penyelenggaraan arba’in atau salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi.

“Karena masa tinggal di Madinah hanya sekitar tiga hari, maka dipastikan jamaah tidak bisa menjalani ibadah Arbain,” jelas dia.

Komentar

News Feed