oleh

Bantuan Rumah Tak Layak Huni akan Tuntas Secara Bertahap

MAMUJU–Jumlah rumah tak layak huni di Kabupaten Mamuju, dalam catatan saku Bupati Mamuju Habsi Wahid, masih ada sekitar 16 ribu rumah. Jumlah yang cukup besar ini, akan dituntaskan secara bertahap lewat Bantuan Stimulan Program Swadaya (BSPS) Pemkab Mamuju.

BSPS tahun ini, 2019, ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan perbaikan rumah layak huni. Sebenarnya, ada sekitar 900 kuota tersedia, namun baru 500 KK yang berhasil diverifikasi. Selebihnya, 400 KK akan menyusul untuk diverifikasi.

Penyerahaan bantuan stimulan ini dilakukan Bupati Mamuju, Habsi Wahid, secara simbolis, Rabu 12 Juni, kepada empat perwakilan kecamatan, di gedung Pemuda. Menurut Habsi, program BSPS hingga saat ini sudah mencapai 3000 rumah, dari tak layak huni menjadi layak huni. ”Selebihnya, sekitar 16 ribu rumah akan dituntaskan secara bertahap,” terang Habsi.

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pemkab Mamuju, Herwan Panunjuk mengatakan, dana BSPS yang diterima tahun ini mengalami kenaikan, dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu penerima bantuan menerima Rp 15 juta per unit, kini naik menjadi Rp. 17.500.000 per unit.

“Rinciannya, bahan bangunan Rp 15 juta. Rp 2.500.000 untuk upah tukang,” kata Herwan, saat ditemui di kegiatan Sosialisasi BSPS di Gedung Pemuda, Mamuju, Sulawesi Barat.

Ada pun rincian yang menerima bantuan tahun ini, Kecamatan Kalukku 249 unit, Simboro 23 unit, Tapalang 178 unit, Mamuju 50 unit. Setiap warga yang menerima bantuan didampingi fasilitator. Ada 19 fasilitator yang siap mendampingi warga. “Kami siapkan 19 fasilitator dan seorang kordinator fasilitator untuk memudahkan warga menggunakan bantuan,” ucap Harwan.

Selain itu, warga diwajibkan punya rekening bank. Jika, bingung, para fasilitator siap membantu. ” Kami sudah bekerjasama dengan BRI,” jelas Harwan. (m5)

Komentar

News Feed