oleh

Bantuan Kapal DKP Polewali Mandar 2017 Disorot Tajam

POLEWALI MANDAR–DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Kabupaten Polewali Mandar mendapat sototan tajam. Bantuan kapal yang diberikan kepada nelayan tidak dapat digunakan, lantaran kondisi kapal dalam keadaan rusak. Kayu badan kapal sudah lapuk.

Salah seorang nelayan penerima bantuan, Edi, Warga Dusun Kapejang, Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, mengaku tak bisa menggunakan kapal bantuan dari DKP. Edi, mengakui kapal tersebut lagi di parkir di daratan.

“Bagaimana mau dipakai Pak. kualitas kayu tidak bagus. Badan kapal sudah dimakan rayap. Kalau bisa yang berkualitas supaya kami puas. Jangan asal asalan kalau kasih bantuan,” jelas Edi, Selasa 11 Juni.

Menurut Edi, berapa nilai nilai anggaran dan kualitas kayu yang digunakan membuat kapal tidak diketahuinya. Kami para nelayan tinggal menerima saja. Memang, ada infoyang didapatkan nelayan kapal bantuan tersebut dibuat dan diambil di Majene.

Kapal nelayan ini memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar 2 meter. Diketahui kapal ini merupakan bantuan dari DKP Polman menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran tahun 2017.

Kepala DKP Polewali Mandar Basir Halim, yang dikonfirmasi ,Selasa 11 Juni, mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Karena, ia baru menjabat baru beberapa bulan yang lalu. “Pengadaan kapal ini merupakan program sebelum menjabat Kadis. Jadi saya tidak mengetahuinya,” kata mantan Kepala Distanak ini.

Menurut pengakuan konsultan bantuan kapal ini, katanya layak. Makanya dilakukan penyerahan kepada kelompok nelayan penerima. “Cuma sampai di kelompok penerima mereka juga harus rawat agar tetap terawat. Kapal yang lain juga bagus memang harus ada pemeliharaan dan perawatan,” katanya.

Basir berharap kepada kelompok nelayan, agar melaporkan jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan nelayan. (mkb)

Komentar

News Feed