oleh

Bantuan Bedah Rumah Keluarga Tak Mampu Jadi Meresahkan

POLEWALI MANDAR–Bantuan bedah rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah di Kelurahan Petoosang, dan Desa Mombi, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, bukannya senang. Tapi, malah sebaliknya, mereka menjadi resah.

Pasalnya, 120 kepala keluarga (KK) penerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Polewali Mandar tak kunjung rampung. Pembayaran material rumah dan upah tukang di Kelurahan Petoosang, 60 kk dan Desa Mombi, 60 kk, tersendak.

Dari 120 kk ini, akhirnya menunjuk perwakilan mereka yaitu Herry Arif M, Bakri dan Muhlis. Ketiga mewakili warga komunikasi dan berkoordinasi kepada BSPS, program bantuan luar negeri. Mereka juga menggelar pertemuan dengan Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disrumkintan), Kelurahan Petoosang, Desa Mombi dan tim pelaksana BSPS, Sabtu 22 Juni, di Kantor Kelurahan Petoosang.

Tim fasilitator lapangan (TFL) BSPS yang diharapkan hadir dalam pertemuan tak ada kabar. Begitu juga dengan koordinator fasilitator (Korfas) Kabupaten. “Korfas kami undang juga, karena pertemuan kita hari ini untuk mencari solusi. Sayangnya, mereka tidak datang,” ujar Andi Mahdiana Djabbar, sambil menjelaskan, yang hadir dalam pertemuan,Kepala Disrumkimtan, Lurah Petoosang, Nasriah Idroes, Kades Mombi Muhammad Yusuf, unsur Polsek dan Koramil.

Program BSPS yang lebih dikenal dengan bedah rumah, mulai berjalan tahun lalu. Setiap warga denga kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan bantuan sebesar Rp17.500.000. Rinciannya, untuk pembelian material bahan bangunan Rp15 juta, dan upah tukang Rp2,5 Juta.

Lurah Petoosang, Nasriah Idroes menjelaskan, warga penerima manfaat, sebagian besar sudah selesai pekerjaan rumahnya. Namun, pihak pelaksana belum menyelesaikan kewajiban untuk membayar dan melunasi harga material dan upah tukang. “Ada yang sudah dibayar harga materialnya sebagian, tapi belum ada yang lunas,” ujar Ria, panggilan lurah Petoosang itu.

Sama apa dikemukakan Kades Mombi, Yusuf, dari 60 rumah di desanya, sebagian sudah dibayarkan harga material. “Untuk upah tukang yang Rp2,5 Juta, ada tiga yang sudah dibayar sebagian, semacam panjar,” ujarnya. (mkb)

Komentar

News Feed