oleh

Banjir Landa Tiga Kecamatan di Polman, Pemukiman Warga akan Direlokasi

POLEWALI – Diguyur hujan lebat, tiga kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar dilanda banjir yang menyebabkan sejumlah rumah rusak, sekolah tertimbun material longsor dan puluhan hektare lahan pertanian terdampak.

Terparah banjir terjadi di Desa Riso Kecamatan Tapango. Sejumlah rumah rusak bahkan ada dua rumah hilang terbawa banjir akibat sungai mengalami abrasi. Banjir tersebut terjadi, Kamis malam 26 Agustus lalu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, tiga kecamatan yang paling terdampak banjir yakni Desa Pappandangan dan Kelurahan Anreapi Kecamatan Anreapi terdapat 11 rumah yang terdampak tujuh diantaranya rusak diterjang banjir dan longsor. selain itu terdapat dua sekolah dasar yang tertimbun longsor yakni SDN 024 Kunyi Kelurahan Anreapi dan SDN 057 Pappandangan. Selain itu juga terdapat 20 hektare sawah terdampak banjir.

Sedangkan di Desa Riso Kecamatan Tapango terdapat 54 rumah yang terdampak 40 yang rusak ringan, dua rusak sedang dan tiga rusak berat terbawa arus banjir. Sementara selebihnya hanya terendam genangan banjir dan lumpur.

Sementara di Desa Pasiang Kecamatan Matakali terdapat 23 rumah terdampak satu diantaranya rusak sedang. Selain rumah juga terdapat 25 hektare sawah yang terdampak yang terdiri dari sawah siap panen maupun yang baru sudah melakukan penanaman.

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar saat memantau korban banjir di tiga kecamatan, Jumat lalu mengaku akan merelokasi korban banjir di Desa Riso Kecamatan Tapango khususnya yang masih tinggal dibantaran sungai Riso. Karena sewaktu waktu rumah mereka akan hanyut jika terjadi banjir lagi.

Komentar

News Feed