oleh

Banjir Kalsel Jokowi Salahkan Curah Hujan, Tokoh NU: Kunjungan Bapak Jadi Tidak Bermakna

JAKARTA– Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke lokasi terdampak bencana banjir di Kelurahan Pekauman, Martapura Timur Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Senin 18 Januari.

Pada kesempatan itu, Presiden menilai, banjir parah yang melandai 10 Kabupaten Kota di Kalsel itu akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan sungai Barito meluap.

“Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten dan kota,” ujar Jokowi.

Menanggapi itu, toko Nahdatul Ulama Kalimantan Selatan, Hairus Salim mengatakan, komentar Jokowi tersebut menjadikan kunjungan itu tidak bermakna apa-apa bagi warga Kalimantan Selatan.

“Dengan komentar ini, maka mohon maaf, kunjungan bapak jadi seperti tak bermakna,” ujar Hairus di twitternya, @Hisan_HS, Rabu (20/1).

Hairus menilai, seharunya Jokowi tahu bahwa banjir itu karena adanya penambang dan investor perkebunan sawit. Komentar Jokowi seolah untuk melindungi mereka para investor dan penambang.

“Banjir bukan hanya di kawasan muara (banjar kuala) tapi jg di pedalaman (banjar hulu). Komentar ini juga seperti melindungi para investor dan pengusaha tambang dan perkebunan sawit,” kata Hairus. (dal/fin)

Komentar

News Feed