oleh

Ayo Jadi Penulis

-Kolom-1.401 views

KAMIS 10/12/2020, saya mencoba melakukan riset kecil-kecilan berkaitan dengan pemanfaatan relasi dalam meningkatkan angka viewer (pengunjung untuk membaca) artikel yang saya tulis di Radar Sulbar. Ada delapan tulisan yang saya sebarkan linknya ke sekitar dua ratusan tutor UT.

Riset yang saya lakukan tersebut, terinspirasi dari postingan Yusran Darmawan yang merupakan pemilik blog timur-angin.com, tentang profesi penulis yang tak kalah penghasilannya dengan profesi lainnya. Sebagai blogger, Yusran sangat terkenal di dunia maya.

Tulisan-tulisannya sangat enak dibaca karena mudah dicerna. Gaya bahasanya sangat komunikatif. Padahal ia adalah lulusan Doktoral di Amerika. Namun jarang menggunakan istilah-istilah ilmiah yang awam bagi pembaca pada umumnya.

Tulisannya mengalir begitu saja, mengupas isu-isu kekinian namun sarat akan pengetahuan. Maka tak heran kini pengunjung di blognya, timur-angin.com mencapai enam jutaan lebih. Bisa dibayangkan berapa penghasilannya dalam sebulan. Tentu sudah ratusan juta. Sebagai penulis ia juga sering diundang sebagai narasumber di berbagai seminar. Tak jarang juga diminta menulis buku untuk pemda dan perusahaan yang ingin mempromosikan produknya.

Dalam artikelnya berjudul “Jadi Penulis Makmur di Era Digital”, Yusran memberikan contoh kawan-kawannya yang juga sukses sebagai penulis. Salah satu sahabatnya yang berprofesi guru, namun juga menjadi penulis, kini pendapatannya mencapai milyaran rupiah. Ada juga yang serius menjadi blogger sepertinya, juga memiliki pendapatan yang fantastis sehingga mampu memiliki beberapa rumah dan tanah. Semuanya dari hasil menulis.

Dalam artikel berjudul “Tujuh Kiat Konten Serius Jadi Viral”, Yusran memaparkan bahwa untuk sukses sebagai penulis, kita tidak bisa hanya sekedar berbagi gagasan, namun penting untuk menyebarkan gagasan itu ke mana-mana sehingga dapat dibaca banyak orang.

Ia pun mengisahkan pengalamannya, mulai dari mengumpulkan berbagai referensi dalam menulis hingga upaya memasarkan tulisannya itu ke berbagai group. Hasilnya mencapai puluhan ribu pembaca. Terus berkembang hingga kini telah mencapai enam jutaan lebih.

Karena penasaran, saya pun melakukan riset di atas, membuktikan kebenaran yang disampaikan Yusran. Karena saya belum memiliki blog, maka yang saya sebarkan ke para tutor UT adalah delapan tulisan saya yang dimuat di Radar Sulbar Online.

Sebelum disebarkan, saya mencatat jumlah pembaca delapan artikel saya mencapai 5.776 atau rata-rata 721 pembaca per artikel. Kini, baru Sembilan hari setelah saya sebarkan, saya mengecek, jumlahnya pembacanya sudah meningkat menjadi 8.338 atau rata-rata 1.042 pembaca. Meningkat 45 persen.

Padahal saya hanya membagikannya kepada dua ratusan tutor UT, sambil berpesan untuk diteruskan ke mahasiswa UT Majene di kelas masing-masing untuk dibuka link tulisan yang saya bagikan tersebut.

Maka semakin yakinlah saya, terhadap apa yang dikatakan Yusran, bahwa menjadi penulis di era digital saat ini merupakan profesi yang menjanjikan. Kita tidak hanya berkesempatan berbagi gagasan, namun juga dapat memberikan penghasilan yang luar biasa.

Yusran pun berbagi tips agar sukses menjadi penulis. Tepatnya menjadi blogger. Yakni: 1) Kenali trending topic; 2) Berani melawan arus; 3) Kenali audience; 4) Kemas tulisan sesederhana mungkin. 5) Show, don’t tell, yakni tulis dengan gaya bercerita agar mudah dipahami:

6) Menginspirasi; dan 7) Berjejaring, harus mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan. Tujuannya untuk membangun relasi agar gagasan-gagasan yang kita tulis dapat disebarkan.

Tertarik jadi penulis? Silahkan, semoga sukses (***)

Komentar

News Feed