oleh

Awas Tertipu, Beredar Situs Berkedok Subsidi Kuota Belajar

MAMUJU — Pengguna sosial media mesti berhati-hati ketika mendapatkan situs yang berkedok pemberian kuota ataupun voucher gratis.

Seorang warga Jl. Ranggong Kelurahan Rimuku, Mamuju Lia mengaku sudah mengalami itu. Ada situs yang mengaku pemberian subsidi kuota belajar gelombang I, di akun sosial medianya, dengan alamat http://subsidi.kuotapelajar.pro/?sub=75GB.

“Ada sekira 20 orang yang share di WhatsApp group dan nomor pribadi saya. Pas saya buka, ternyata tidak ada kuota subsidinya,” kata Lia, saat ditemui di kediamannya, Selasa 5 Januari 2021.

Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju Hardi menerangkan, tidak ada pemberian kuota belajar melalui situs. Kuota disalurkan langsung ke nomor penerima yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Kalau ada situs demikian perlu diwaspadai. Jangan sampai hoaks,” ujar Hardi mengingatkan.

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjha Mada, Syafrizal, saat diwawancara via telepon mengatakan, ada beberapa situs yang sengaja dibuat untuk melakukan penipuan ataupun pencurian data privasi dalam jaringan.

“Saya cek situs tersebut, alamat websitenya tidak aman. Kalau dibuka ada ikon segitiga dan tanda seru, alamat domainnya juga tidak umum,” ungkap fasilitator pelatihan perempuan melawan hoaks, itu.

Selain itu, lanjutnya, nama paket bantuan untuk belajar dari Kemendikbud adalah kuota belajar bukan kuota pelajar. Proses penentuan penerimanya dilakukan oleh pihak sekolah hingga kampus. “Jadi tidak ada paket yang diberikan lewat jalur lain,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar pengguna sosmed berhati-hati, sebaiknya jika menemukan situs seperti itu tidak buru-buru mengklik. “Cek dulu alamat domainnya, bila mencurigakan jangan di share,” pungkas Syafrizal. (rez/jsm)

Komentar

News Feed