oleh

Awas! Jika Abai Protokol 3M

DUA kabupaten di Sulawesi Barat, Mamuju dan Mamuju Tengah, kasus COVID-19 melonjak jika dibandingkan empat kabupaten lainnya. Mamuju tercatat 66 kasus. 61 orang diantaranya isolasi mandiri dan lima dirawat di rumah sakit. Sedang, Mamuju Tengah ada 21 kasus baru. Dari 21 orang tersebut, tiga dirawat di rumah sakit, selebihnya menjalani isolasi mandiri.

Laporan: Mustafa Kufung

Awas! Jika Abai Protokol 3M

LONJAKAN kasus COVID-19 di Mamuju dan Mamuju Tengah diduga kuat karena pasca Idul Fitri 1442 H, sebulan lalu. Dimana mereka itu, lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Pada hal dalam menerapkan protokol kesehatan tak boleh kendur, utamanya 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

“Kami selalu ingatkan. Tidak boleh kendur dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan karena kita dalam zona hijau. Semuanya, harus sadar bahwa kita sekarang ini masih dalam ancaman COVID-19,” tegas Safaruddin Sanusi, Juru Bicara Satas COVID-19 Sulawesi Barat, Minggu 6 Juni, lalu.

Menurut Safaruddin, dalam beraktivitas tetap wajib penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai abai. Penerapan prokes ini sangat penting. Karena itu, kami tak bosan-bosannya mengingatkan semua pihak agar tetap menjalankan prokes. Dimana pun berada saat di luar rumah.

Sedang dua kabupaten bertetangga, Polewali Mandar dan Majene, dalam mengantisipasi lonjakan COVID-19 pasca lebaran boleh dibilang cukup berhasil. Sebulan setelah lebaran, Polewali Mandar, hanya ada tiga kasus. Satu diantaranya dirawat di rumah sakit, dan dua orang menjalani isolasi mandiri. Sementara Kabupaten Majene hanya ada satu kasus, itu pun tak mengkhawatirkan. Lantaran penderitanya memilih isolasi mandiri di rumahnya.

Memang dua kabupaten ini selama ini dikenal gencar melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19. Keduanya, seolah-olah berlombah mengajak masyarakat untuk selalu agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Komentar

News Feed