oleh

Astra Agro Terus Kembangkan Program Digitalisasi

PASANGKAYU – Perjalanan tahun 2020 yang dilanda Pandemi Covid-19, adalah periode yang penuh tantangan. Industri kelapa sawit harus menyikapinya dengan langkah-langkah inovatif.

Terkait hal tersebut, CEO Astra Agro, Santosa saat Talk to the CEO mengatakan, pandemi Covid-19 ini harus disikapi dengan sangat serius.

Perusahaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik di kebun maupun kantor pusat. Karyawan di kebun dibatasi akses keluar kebun, akses pihak luar masuk ke kebun juga dibatasi, karyawan diimbau beraktivitas hanya di kebun, tidak mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru serta melakukan tes covid secara rutin. Di kantor pusat, sebagian karyawan melakukan WFH (work from home).

Selain tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, menurutnya, pemanfaatan kemajuan teknologi informasi 4.0 sangat membantu dan bisa menjadi jawaban.

“Kami bersyukur, jauh sebelum pandemi ini muncul, Astra Agro sudah menerapkan digitalisasi dalam menjalankan operasional perusahaan,” ujar Santosa talk showz Rabu 10 Februari.4

Lanjut Santosa, seperti diketahui, sejak 2017 Astra Agro meluncurkan tiga aplikasi berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk mencapai produktivitas yang excellent. Ketiga aplikasi itu diberi nama Melli (mills excellent indicator), Dinda (daily indicator of Astra Agro) dan Amanda (aplikasi mandor Astra Agro).

Katanya, itu sangat bermanfaat dalam mendukung operasional perusahaan. Pengawasan, koordinasi maupun pengambilan keputusan cepat dan tepat bisa terus berjalan.

“Ini yang membuat operasional perusahaan tidak terlalu terganggu dan relatif berjalan seperti biasa,” kata Santosa.

Karena itu, menurut Santosa, di tahun-tahun mendatang Astra Agro akan terus melanjutkan dan mengembangkan program digitalisasi. Kebutuhan untuk terwujudnya inovasi-inovasi baru di bidang teknologi disiapkan melalui satu tim khusus di Astra Agro yang disebut dengan Center of Innovation in Agritech (CIA).

Satu inovasi baru yang sudah dioperasikan selain Melli, Dinda dan Amanda adalah GPS tracker. Dengan teknologi ini, lokasi, jalur, luasan kerja karyawan di bagian rawat dapat diketahui secara jelas dan detil. Dengan demikian, proses-proses kerja bagian perawatan tanaman dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Selain itu, kata Santosa, menghadapi perkembangan teknologi, Astra Agro merencanakan akan menggunakan robotik dalam kegiatan industri baik diperkebunan maupun di pabrik.

Menurutnya, kenapa harus direncanakan secepat mungkin penggunaan robotik, karena tidak menutup kemungkinan, di tahun 2045 mendatang itu masih ada yang mau menjadi karyawan sebagai tukang panen buah kelapa sawit.

“Ilmu pengetahuan semakin meningkat, anak seorang tukan panen tidak mungkin bercita-cita akan jadi tukang panen juga, paling tidak dia berkeinginan atau ditempatkan sebagai pekerja yang handal berdasarkan latar belakang pendidikannya. Sehingga penggunaan robotik sebagai pengganti tenaga manusia kita rencanakan memang dari sekarang,” tutur Santosa.

Namun, kalau tenaga manusia masih mencukupi, dengan kata lain pada tahun 2045 mendatang masih ada yang mau jadi tukang panen, lebih diprioritaskan ketimbang robot.

“Kita pasti lebih utamakan tenaga manusia untuk bekerja dibandingkan menggunakan robot, sebagai upaya membantu negara untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed