oleh

ASN Dilaporkan ke Bawaslu

MAMUJU – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mamuju yang berprofesi sebagai guru di Tapalang, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mamuju.

Laporan itu terkait persoalan netralitas ASN di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mamuju. ASN berinisial MA itu diduga telah memihak ke salah satu bakal calon di Pilkada Mamuju 2020.

MA dilaporkan oleh tim kuasa hukum bakal calon petahana di Pilkada Mamuju, Habsi Wahid dan Irwan SP Pababari.

Kuasa Hukum Habsi-Irwan, Akriadi mengatakan, timnya menemukan ciutan MA di fesbuk. Postingannya itu dianggap ikut mengurusi pencalonan salah satu bakal pasangan calon di Pilkada Mamuku 2020.

“Akunnya itu bernama Agung Tapalang. Setelah kami telusuri pemiliknya adalah ASN di Pemkab Mamuju,” kata Akriadi saat dikonfirmasi, Selasa 7 Juli 2020.

Selain MA, lanjut Akriadi, pihaknya juga melaporkan seorang ASN berinisial AS yang diduga bertugas di Dinas Transmigrasi Pemprov Sulbar. AS juga dianggap telah memihak ke salah satu pasangan calon melalui media sosial.

“hal ini bertentangan dengan Kode Etik ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS,” sebut Akriadi.

Menurut Akriadi, pihaknya memegang bukti kuat sebagai dasar laporannya ke Bawaslu. “MA memosting pada 7 Maret 2020. Sedangkan postingan AS tidak bisa dipastikan karena sudah dihapus,” sebut Akriadi.

MA ketika dihubungi, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, kemarin sudah menerima surat permintaan klarifikasi dari Bawaslu Mamuju. Ia juga mempertanyakan peran Bawaslu Mamuju, sebab menurutnya, mereka yang berpihak ke petahana tidak diproses.

“Banyak sebenarnya yang telibat dan terang-terangan memihak. Cuman masalahnya, ASN yang tidak mendukung petahana itu yang diproses. Kalau mendukung petahana tidak diproses,” sebut MA.

MA pun mengaku, jika banyak kepala sekolah diminta mengumpulkan KTP sebagai tanda dukungan ke calon petahana. “Kalau persoalan takut, tidak. Saya berani berbuat berani juga tanggung jawab,” ujar MA.

Rencananya, kemarin MA bakal dimintai klarifikasinya di Panwascam Tapalang. Namun, dirinya tidak sempat hadir karena ada urusan lain.

“Tapi pada dasarnya saya siap berikan klarifikasi,” jelas MA.

Komisioner Bawaslu Mamuju, Faisal Jumlang menyebut, laporan tersebut sementara dalam proses. MA sudah dimintai klarifikasi kemarin di Panwascam Tapalang, sekira pukul 11.30 Wita.

“Panggilan pertama tidak bisa. Tapi panggilan kedua yang bersangkutan sudah bersedia,” beber Faisal.

Faisal menyebut, Bawaslu Mamuju menerima semua laporan ada aduan warga kepada semua bakal calon yang bakal bertarung di Pilkada Mamuju. Bawaslu wajib menindaklanjuti semua laporan yang masuk.

“Bawaslu juga akan menidaklanjuti Informasi awal. Jadi biar tidak melapor cukup memberikan informasi awal kami akan bergerak. Oleh karena itu silakan memberikan informasi mana yg melanggar dan Insya Allah akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (m2/rul)

Komentar

News Feed