oleh

Antusias Divaksin, Tapi Lupa Jaga Jarak

POLEWALI – Pelaksanaan vaksinasi bagi kalangan tenaga pengajar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bergulir, Kamis 18 Maret 2021.

Ribuan guru, mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD hingga SMA begitu antusias mengikuti vaksinasi massal ini. Sehingga mereka berjubel, bahkan berdesakan masuk ke Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Polewali tempat pelaksanaan vaksinasi. Membuat mereka lupa akan protokol kesehatan (Prokes). Tak menjaga jarak.
Kerumunan mulai dari luar gedung Gadis tak terelakkan. Para guru ini bersamaan datang sehingga terjadi kerumuman, tak adanya jadwal pelaksanaan vaksinasi bagi guru sehingga mereka berebut ingin divaksin duluan.

Antusias Divaksin, Tapi Lupa Jaga Jarak

Beberapa kali petugas keamanan dari Polres Polman dan Satpol PP mengingatkan para tenaga pengajar ini untuk tertib Prokes, tetapi mereka tetap saja berlomba memasuki gedung, agar lebih cepat disuntik.

Akibatnya, dua orang kelelahan, terpaksa diboyong ke ruang perawatan khusus yang memang telah disediakan. Keduanya juga sempat berdesakan di pintu masuk Gedung Gadis.

Kerumunan juga terjadi saat proses pendaftaran di meja satu. Dinas Kesehatan Polman telah menurunkan tujuh tim vaksinasi dari Puskesmas dan RSUD Polewali tetapi terlihat kewalahan karena membludaknya peserta vaksinasi.

Kasatpol PP Polman, Aco Jalaluddin AM mengaku sejak awal telah berupaya mengatur proses vaksinasi bagi tenaga pengajar ini agar teratur dan tertib. Tetapi tingginya animo untuk menerima vaksin sehingga mereka abai menjaga prokes utamanya kerumunan dan jaga jarak.

“Kami sudah atur tempat duduknya agar berjarak. Tiga puluh kursi disiapkan untuk mereka gunakan menunggu. Tetapi karena datang bersamaan dan antusias tinggi sehingga kami kewalahan mengaturnya. Beberapa kali kami memberikan pengumuman untuk menjaga Prokes tetapi tak diindahkan,” sesal Aco Jalaluddin.

Harus Ada Pengaturan Jadwal

Kepala Dinas Pendidikan Polman, Andi Nursami Masdar yang ikut divaksin mengaku pihaknya sudah mengingatkan para tenaga pengajar untuk memantuhi Prokes saat mengikuti vaksinasi.

“Kami akan lakukan evaluasi dengan mengatur jam pelaksanaan vaksinasi bagi guru guru. Misalnya jam 08.00 Wita hingga 10.00 Wita khusus untuk guru PAUD dan TK. Kemudian jam 10.00 Wita hingga 12.00 Wita untuk guru SD. Begitupun seterusnya untuk guru SMP dan SMA,” papar Andi Nursami.
Tercatat 5.000-an tenaga pengajar di Polman akan divaksin.

Kamis kemarin adalah hari perdana. Sebenarnya hanya untuk guru yang ada di Kecamatan Polewali. Jumlahnya 1.000 orang. Salah seorang guru mengaku suasana berdesakan ini dipicu karena tidak adanya jadwal yang jelas pelaksanaan vaksinasi.

“Harusnya ada jam sekian untuk guru TK, jam sekian untuk guru SD, guru SMP dan SMA. Sehingga kita datang sesuai jam yang telah ditentukan. Kami hanya terima surat dari dinas, hari ini pelaksanaan vaksinasi,” ujar salah seorang guru SD di Kecamatan Polewali ini.

Terpisah, Kadinkes Polman Andi Suaib Nawawi mengungkapkan jumlah tenaga pengajar yang melakukan screening vaksinasi Covid-19, Kamis 18 Maret sebanyak 1.482 orang.

Sementara jumlah yang divaksinasi sebanyak 1.319 orang termasuk 20 tenaga kesehatan (Nakes). Sehingga total tenaga pengajar yang divaksin 1.299 orang. Sementara yang ditunda pemberian vaksinasinya 163 orang. (mkb)

Komentar

News Feed