oleh

Antisipasi Virus Korona, Pemkab Bentuk Tim Pencegahan

-Mamasa-1.600 views

MAMASA – Guna mengantisipasi penyebaran wabah virus korona yang sudah memasuki Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa membentuk tim khusus. Tugas tim khusus ini untuk kesiapsiagaan penanganan virus korona.

Pemkab Mamasa melakukan rapat pembentukan tim khsusu ini, Selasa 3 Maret di ruang kerja Bupati Mamasa. Ini menindak lanjuti pengumuman Presiden RI Jokowi adanya dua warga Indonesia yang telah terjangkit virus korona.

Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengatakan saat ini pihaknya melakukan rapat untuk menindaklanjuti pengumuman Presiden RI terkait adanya warga Indonesia yang terjangkit virus korona.

“Sehingga kita lakukan rapat sebagai langkah awal pencegahan wabah virus korona. Kita bentuk tim koordinasi pencegahan korona,” terang Ramlan Badawi.

Ia menyampaikan tim tersebut bakal membuat surat edara ke seluruh desa dan kecamatan serta sekolah untuk melakukan sosialisasi pencegahan wabah virus korona.

“Intinya tim ini akan bekerja melakukan sosialisas pencegahan wabah virus korona,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa dr Hajai S Tanga mengungkapkan merespon pengumuman presiden. “Maka Pemkab Mamasa secara cepat membentuk tim, untuk mewaspadai penyebaran virus korona jangan sampai masuk ke Mamasa,” terang dr Hajai.

Namun, Ia menyampaikan masyarakat tidak ingin terjadi kegaduhan di masyarakat. “Sehingga nantinya tim tersebut bakal menjadi pusat berbagi informasi terkait pencegahan dan penanganan wabah virus korona,” tambahnya.

dr. Hajai menjelaskan pencegahan yang dilakukan harus dimulai dengan mencuci tangan secara rutin sebelum makan dan saat memegang bagian tubuh. “Kedepan pula, tim bakal menyiapkan alat pelindung diri (APD) salah satunya yaitu penggunaan masker,” tuturnya.

Pihaknya melakukan penanganan dengan dua komponen yakni jika ada gejala dalam hasil pemeriksaan dinyatakan terbukti terjangkit baik itu tidak berat atau berat. “Jika gejala tidak yang diderita seseorang tidak berat, maka akan dirawat dengan komponen pemantauan, dan bagi penderita yang gejalanya berat, akan dimasukkan pada komponen pengawasan,” bebernya.

Tambah dr Hajai, pihaknya tentu bakal memantau perkembangan. “Jika ada kasus kita akan lakukan pemantauan terus, dan kalau semakin parah maka akan di bawah ke rumah sakit dan dirawat di ruang isolasi,” tambahnya.

Sembil dirawat di ruang isolasi lanjut dr Hajai, penderita akan diperiksa intensif dengan menguji sempel darah melalui uji laboratorium di Surabaya.

Rapat ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Kondosapata dan sejumlah kepala OPD terkait. (r4/mkb)

Komentar

News Feed