oleh

Angka Stunting Mamuju di Level Akut

MAMUJU — Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevelensi stunting di Mamuju meningkat 25,56 persen dari tahun 2020. Jumlahnya sebanyak 2.242 Balita dari 11.038 Balita yang diukur di 11 kecamatan masuk kategori stunting.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, saat ini Mamuju berada pada level akut masalah stunting dan telah melampaui standar yang ditetapkan Word Health Organization (WHO).

“Saat ini kami (Mamuju, red) berada di atas 20 persen. Tentu ini bukan kabar yang menggembirakan,” kata Sutinah, saat menghadiri Rembuk Stunting dan Kalakarya Kesehatan, di Ballroom D’Maleo Hotel Mamuju, Jumat 17 September.

Untuk itu, lanjut Sutinah, rembuk stunting diharapkan menjadi upaya strategis dalam penanganan angka stunting di Mamuju.

“Saya perlu komitmen dari semua stakeholder, dari desa hingga kabupaten. Semua mesti bekerjasama untuk menangani masalah ini,” harap Sutinah.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappepan) Mamuju, Dr. Khatma Ahmad menyampaikan, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka stunting di daerah ini meningkat, antara lain tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat masih rendah.

Turut memengaruhi, ekonomi masyarakat yang masih rendah, dukungan desa dan posyandu belum maksimal, kader posyandu yan tidak aktif dan sebaran tenaga kesehatan yang belum merata. Berikut koordinasi dan sinergitas pemangku kepentingan kurang efektif juga teknologi informasi di wilayah pedesaan yang kurang memadai.

“Nah dalam rembuk dan kalakarya ini, kami hadirkan semua. Kami ingin meminta komitmen mereka dalam penanganan stunting,” jelas Khatma.
Bentuk komitmen yang dimaksud dirangkum dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nantinya akan dikoreksi saat penyusunan anggaran 2022.

“Sudah kami rumuskan, setiap instansi dari tingkat kabupaten hingga desa sudah kami catat komitmennya, dan saat penyusunan anggaran nanti akan kami lihat apakah betul mereka jalankan komitmen mereka,” ungkap Khatma.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, dr.Acong, hanya bisa mengaku sedih dan prihatin atas angka stunting di Mamuju.

Dia juga mengaktakan, masalah tersebut bukan hanya menjadi tanggungjawab Dinkes Mamuju. Ia meminta seluruh instansi bisa bekerjasama, menjalankan komitmen yang telah disepakati.

“Setidaknya ada upaya bersama. Saya yakin dengan kerjasama yang baik akan memberikan hasil yang baik pula,” tandas Acong. (rzk/jsm)

Komentar

News Feed