oleh

Anggota Kodim Diterjunkan Bantu Warga Dampak dari Banjir Bandang di Mamasa

MAMASA – Sejumlah personil Kodim 1428 Mamasa diterjunkan ke lokasi banjir bandang dan longsor di Desa Rippung Kecamatan Messawa. Personil kodim ini diturunkan untuk membantu warga yang terdampak banjir dan longsor. Termasuk bergotong royong dengan warga dalam memperbaiki dan memuka akses jalan yang tertimbun longsor.

Dandim 1428 Mamasa, Letkol Inf Stevi Palapa minta seluruh personil Kodim turun bantu masyarakat di Desa Rippung. Termasuk membantu warga di tiga dusun yang terisolasi di Dusun Malluaya, Rattedonan, dan Talmin. Jalan menuju desa ini tertutup matrial longsor berupa tanah liat dan pepohonan di beberapa titik, hingga menyulitkan warga mengaksesnya.

Anggota Kodim Diterjunkan Bantu Warga Dampak dari Banjir Bandang di Mamasa

Dandim 1428 Mamasa Letkol Inf Stevi Palapa mengatakan pihaknya telah turun untuk mengecek dan memantau ke tempat terjadinya banjir dan tanah longsor di Desa Rippung, Kecamatan Mesawa.

“Kami telah menerjukan personil untuk melakukan pendataan kerugian warga akibat banjir dan longsor,” ujar Letkol Inf Stevi Palapa.

Lanjutnya, selain itu pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Mamasa terkait bantuan dan penanganan bencana banjir dan longsor kepada masyarakat yang terdampak.

“Sambil membantu masyarakat yang terkena dampak untuk membuka akses jalan dari Desa Rippung ke Dusun Ratte Daonan. Namun hal itu masih dikoordinasikan dengan Pemkab Mamasa,” terang Stevi.

Ia memerintahkan kepada Danramil dan Babinsa untuk memantau langsung dan membantu pemerintah Desa Rippung. “Dimana kita personil membantu mengurai bila terjadi kemacetan di lokasi perbaikan jalan dan jembatan yang tergerus air Sungai Mamasa di Desa Rippung. Sambil menambah personil sepuluh orang dari Makodim 1428 Mamasa ke Koramil Sumarorong diterjunkan ke Desa Rippung,” sebutnya.

Kepala Desa Rippung, Restu Handayani menyebutkan terdapat 200 kepala keluarga di tiga dusun yang masih terisolasi hingga saat ini. “Kami berharap dibantu oleh pemerintah untuk membuka kembali jalan, karena kami sangat kesulitan,” terangnya.

Karenanya, warga berharap agar akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka, bisa dibuka kembali. “Apalagi, setiap hari dilalui masyarakat ke pasar, sekarang ini tidak bisa lagi dilalui,” jelasnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed