oleh

Anggota DPR, Rapsel Ali Usul Paspampres Jadi Badan Pengamanan Presiden

JAKARTA–Anggota DPR RI Muhammad Rapsel Ali menyoroti mengenai sistem pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden (wapres). Selama ini pengamanan presiden dan wakilnya dilakukan oleh pasukan pengamanan presiden dan wakil presiden (Paspampres). Paspampres adalah prajurit yang terlatih dan memiliki loyalitas yang tinggi.

Menurutnya, sudah saatnya pasukan pengamanan presiden dan wakil presiden (Paspampres) ditingkatkan statusnya jadi Badan Pengamanan Presiden. ”Nantinya pimpinan Paspampres dijabat oleh kepala badan berpangkat bintang tiga,” kata Rapsel, Rabu 25 Desember.

Politikus Nasdem ini lalu membandingkan pengamanan presiden dan wapres di sejumlah negara. Di Amerika Serikat (AS), misalnya, pengamanan presiden identik dengan US Secret Service atau dinas rahasia di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang bertugas melindungi keselamatan presiden dan pejabat tinggi Negeri Abang Sam. Jika perlu, dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.

Hidup Presiden AS selalu dikelilingi agen-agen Secret Service. Ia terus ditempel sepanjang jam berputar, 24 jam sehari, tujuh hari sepekan.

Dinas rahasia AS ini memiliki 4.400 agen yang tersebar di 136 kantor di seluruh Amerika, juga di luar negeri. Anggaran tahunannya mencapai $1.483 juta atau sekitar Rp13,3 miliar setahun.

Di Indonesia sendiri, pengamanan Presiden dan Wapres diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013. Di situ dijelaskan, bahwa Prsiden dan Wapres beserta keluarganya dan tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan merupakan representasi negara yang harus mendapat perlakuan pengamanan secara khusus.

”Ancaman dan gangguan dapat membahayakan keselamatan dan keamanan mereka, serta dapat menjatuhkan kehormatan, martabat, dan kewibawaan pemerintah,” jelas pria asal Sulsel ini.

Menurut Rapsel, pengamanan Presiden/Wapres beserta keluarganya merupakan hal yang sangat vital mengingat selaku refresentasi negara. “Menjaga harkat martabat dan wibawa negara menjadi tugas dan fungsi utama, jadi sudah selayaknya Paspampres menjadi kesatuan lembaga berbentuk Badan seperti misalnya BNPT & BNPB,” jelasnya.

Selain itu, katanya, jabatan Badan Pengamanan Presiden ini nantinya akan menjadi jabatan promosi menjadi kepala staf (KSAD, KSAL, KSAU). Jadi bisa menjadi kepala staf jika sudah pernah menjabat Kepala Badan Nasional Pengamanan Presiden. (fin)

Komentar

News Feed