oleh

Anggota Dewan dan Pegawai Lembaga Vertikal Divaksin

POLEWALI – Sejumlah anggota DPRD Polewali Mandar (Polman) serta pegawai instansi vertikal, BUMN dan BUMD mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk pelayan publik gelombang kedua, Rabu 17 Maret 2021.

Diantara anggota dewan yang menjalani vaksinasi yakni Wakil Ketua DPRD Polman Amiruddin, Wakil Ketua III Nurbaeti, Ketua Komisi III Andi Aliwianti, Ketua Komisi IV Agus Pranoto sejumlah anggota dewan lainnya.

Wakil Ketua DPRD Polman Amiruddin mengatakan dirinya sebenarnya mengikuti vaksin saat dilaunching awal Februari lalu. Tetapi tidak lolos screening, baru kali ini ikut kembali dan akhirnya lolos untuk divaksin.

Amiruddin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut divaksin Covid-19. Karena tujuan dari vaksinasi yang dilakukan pemerintah untuk melawan penyebaran korona.

“Saya mengajak seluruh warga untuk tidak takut divaksin. Karena vaksin itu aman dan halal,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi massal di Gedung Gadis Polewali ini diikuti ratusan pegawai instansi vertikal seperti Kejaksaan Negeri Polewali, Pengadilan Negeri Polewali, Lapas Kelas IIB Polewali. Selain itu juga diikuti karyawan BUMN dan BUMD yang ada di Polman.

Kejari Polewali Muh Ichwan dan Kepala Lapas Polewali Abdul Waris juga terlihat ikut divaksin bersama pegawainya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman Andi Suaib Nawawi mengatakan pelaksanaan vaksinasi Sinovac diperuntukan untuk pelayan publik yang berasal dari instansi vertikal dan karyawan BUMN dan BUMD. Termasuk anggota DPRD Polewali Mandar.

“Sesuai dengan jadwal yang divaksin pelayan publik instansi vertikal, karyawan BUMD dan BUMN serta anggota dewan. Jumlahnya mencapai ribuan karena pekan lalu pegawai pemkab sudah selesai divaksin,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan belum semua pelayanan publik di Pemkab Polman divaksin karena ada yang penyitas Covid-19 dan tidak lolos screeaning.

Suaib menambahkan menyampaikan target yang akan divaksin untuk pelayan publik Pemkab Polman mencapai 3.000 orang. Namun vaksin yang ada hanya dua ribu, data tersebut belum termasuk tenaga kesehatan.

“Untuk OPD vertikal kita targetkan 1.000 orang yang akan menerima vaksin. Sehingga waktu yang kita butuhkan untuk mencapai itu selama dua hari dilakukan vaksinasi. Kalaupun targetnya belum terpenuhi maka kita tambah hingga tiga hari,” tutur Andi Suaib.

Sementara itu, ketersediaan vaksin Dinkes Polman telah menyiapkan sekira enam ribu dosis vaksin. Ini juga disiapkan untuk para guru dan tenaga pengajar lainnya.

“Setelah vaksinasi untuk guru, pemberian vaksin berikutnya akan menyasar para supir, tukang bentor dan tukang becak. Kemudian disusul para kepala desa agar menjadi contoh bagi masyarakatnya,” terang Suaib.

Pasca pemberian vaksin bagi para pelayan publik dan Nakes, Ia mengaku kasus Covid-19 di Polman cenderung mengalami penurunan. Tidak terlalu banyak penambahan kasus. “Dulu kita berada di zona merah sekarang Polman sudah masuk zona kuning. Kasus korona di Polman sudah mengalami penururunan,” terangnya. (arf/mkb)

Komentar

News Feed