oleh

Anggaran Dicoret, KONI Pusing Biaya TC dan Pra PON XX

MAMUJU–Berbekal optimisme tinggi. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemprov Sulbar, berupaya keras supaya atlet Sulbar, bisa mengikuti pusat pelatihan (TC), dan Pra PON XX yang sudah mulai berjalan. KONI yang sudah menetapkan sembilan cabor (cabang olahraga) untuk TC dan Pra PON mengalami kendala. Hibah anggaran yang diharapkan dari APBD dicoret, membuat KONI pusing cari anggaran.

”Satu-satunya harapan kami adalah anggaran APBD Perubahan. Teman-teman di DPRD sudah memberikan sinyal. Tetapi, kendala yang kami hadapi sekarang ini lantaran TC dan Pra PON sudah mulai berjalan, sementara anggaran KONI Sulbar dalam zero rupiah,” ungkap Hamid, Ketua KONI Sulbar, dalam eksekutif meeting bersama Sekprov Sulbar, Muh Idris, Kamis 27 Juni, di Kantor Gubernur Sulbar.

Sembilan Cabang olahraga prioritas Sulbar telah di persiapkan Pemprov bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar dalam eksekutif meeting pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (PraPON), di aula kantor Gubernur, Kamis 27 Juni.

Apa pun sembilan cabor yang ditetapkan sebagai prioritas utama, adalah Dayung, Sepak Trakraw, Catur, Pentaque, Atletik, Futsal, Balap Sepeda, Gate Ball, dan Soft Tenis. ”Penetapan sembilan cabor ini lantaran atletnya, ada sudah meraih medali, ada sedang di Pelatnas serta ada yang sudah ikut TC,” jelas Hamid.

Dalam meringankan beban KONI Sulbar, Muh Idris, meminta semua pihak untuk sama-sama mencari sosulisi dan ikut berpartipasi urung rembuk membantu biaya TC dan Pra PON. ”Insya Allah, saya pribadi akan membantu balap sepeda mulai dari TC hingga ke Pra PON,” jelas Idris.

“Kita ingin sukses dulu di Pra PON baru target untuk PON. Untuk bisa terbaik butuh dukungan makanya kita ingin semua pihak berperan,” harap Idris.

Instansi terkait maupun swasta, serta pribadi yang cukup mapang diharapkan ikut membantu. Minimal bisa membatu biaya pelaksanaan TC. Beberapa perusahaan swasta dan perbankan di Sulbar diharapkan bisa ikut meringankan beban atlet yang akan menghadapi TC dan Pra PON.

”Dalam waktu dekat ini kita akan berkunjung ke masing-masing instansi maupun ke perusahaan swasta agar bisa menjadi Bapak angkat cabor. Atau bisa langsung membiaya pelaksanaan TC ke cabor masing-masing,” kata Idris. (m4)

Komentar

News Feed