oleh

Ali Baal Berhasil Wujudkan Program Sulbar Terang Sampai ke Dusun

MAMUJU – Guna mewujudkan program ‘Sulbar Terang’ yang menjadi andalan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar di bidang kelistrikan, Dinas ESDM Sulbar terus bekerja keras untuk mencapai target yang diberikan.

Alhasil, sejak 2017 hingga 2020, Rasio Elektrifikasi (RE), Rasio Desa Berlistrik (RDB), PLTMH, PLTS, RTS dan LTSHE di Sulbar terus melampaui terget.

Ali Baal Berhasil Wujudkan Program Sulbar Terang Sampai ke Dusun

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, pelaksanaan proyek tersebut sejalan dengan misi Gubernur-Wakil Gubernur Sulbar, yaitu mengarusutamakan lingkungan hidup untuk pembangunan berkelanjutan dan merupakan kegiatan yang mendukung program prioritas Sulbar Terang yang menjangkau hingga pelosok dusun.

Ali Baal Berhasil Wujudkan Program Sulbar Terang Sampai ke Dusun
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Bupati Mamuju Habsi Wahid, Kepala Dinas ESDM Sulbar Amri Ekasakti usai meresmikan jaringan listrik pedesaan dan pembangunan PLTS di Batuisi Desa Karataun Kalumpang Kabupaten Mamuju.

“Seiring dengan berkembangnya listrik, diharapkan juga bertumbuh kembang sektor lain seperti pendidikan, kesehatan dan air bersih. Untuk itu, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat bersinergi dan saling membantu melaksanakan program terutama program peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ali Baal menambahkan, PLTS, PLTMH dan LTSHE merupakan aset daerah yang diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi produktif. Untuk itu, perawatan dan operasional kedepan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan serta dukungan dari pemerintah pusat.

“Mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan seperti ini. Rawat dan lindungilah alat yang telah kita punya sehingga bisa digunakan hingga ratusan tahun kedepan, karena masih banyak sektor yang akan kita bangun bersama. Untuk itu, saya harapkan masyarakat dilatih bagaimana menggunakan dan merawat alat yang telah diberikan,” ujarnya.

Pembangunan jaringan listrik pedesaan ini, lanjut Ali Baal, sebagai bukti kerja nyata dari Pemprov Sulbar bersama PT PLN Persero dengan membentuk Satgas Pelita Sulbar dalam upaya percepatan pembangunan listrik pedesaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik, agar dapat keluar dari garis kemiskinan dan beban hidup yang dialami oleh masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan pedesaan.

Kepala Dinas ESDM Sulbar Amri Ekasakti mengatakan, target untuk Rasio Elektrifikasi (RE) tahun 2021 sebesar 94 persen dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) sebesar 93 persen. Sementara untuk tahun 2022 untuk RE sebesar 96 persen dan RDB sebesar 95 persen.

“Untuk RE dan RDB sejak tahun 2017-2020, kita selalu melampaui target. Kita yakin, untuk target 2021 dan 2022 juga akan melebihi target,” ujarnya.

Sementara, target untuk pengguna PLTMH di Sulbar tahun 2021 sebanyak 400 pemakai listrik dan target 2022 sebanyak 200 pemakai listrik. Sedangkan untuk PLTS, target 2021 sebanyak 400 pemakai dan 2022 sebanyak 200 pemakai.

“Untuk pengguna listrik RTS atau masyarakat tidak mampu, kita ditargetkan tahun 2021 sebanyak 1.848 pemakai dan tahun 2022 sebanyak 2.717 pemakai,” ujarnya.

Sedangkan dibidang Energi Baru dan Terbarukan ( EBT), lanjut Amri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar telah melakukan pembangunan PLTS, PLTMH dan LTSHE di enam Kabupaten se-Sulbar sejak 2017-2020.

Adapun pembangunan yang telah dilakukan yakni, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebanyak 2 unit untuk pemanfaatan 202 KK melalui APBD DAK 2017. Adapun pembangunannya di Desa Tabolang Kabupaten Mateng dengan kapasitas 35,8 kWatt untuk melayani 94 KK dan Desa Salule’bo Kecamatan Topoyo Mateng kapasitas 21,7 kWatt untuk melayani 108 KK.

“Kita juga telah melakukan revitalisasi pembangunan PLTMH 2 unit untuk pemanfaatan 126 KK melalui dana APBD Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018. Pembangunannya dilaksanakan di Desa Hahangan Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa kapasitas 10 kWatt untuk melayani 46 KK dan Desa Buttuada Kecamatan bonehau Kabupaten Mamuju dengan kapasitas 10 kWatt untuk melayani 80 KK,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Amri, pihaknya juga telah melakukan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 12 unit untuk pemanfaatan 1.674 KK melalui APBD DAK 2017 dan 2018 serta Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia 2017.

Pembangunannya tersebar di beberapa titik, yakni, di Desa Pakawa Kabupaten Pasangkayu kapasitas 20 kWP untuk 200 KK, Desa Kondobulo Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju 15 kWP untuk 70 KK, Desa Baruru Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa kapasitas 15 kWP untuk 60 KK, Desa Pupuring Alu polman kapasitas 15 kWP untuk 100 KK.

Pulau Sabakattang Mamuju kapasitas 15 kWP untuk 100 KK, Pulau Sallisingan Mamuju kapasitas 25 kWP untuk 132 KK, Pulau Popoongan Mamuju kapasitas 15 kWP untuk 92 KK, Desa Kinatang Bonehau Mamuju kapasitas 8 kWP untuk 36 KK, serta pembangunan PLTS di Desa Lenggo Polman kapasitas 15 kWP untuk 100 KK.

“Sementara 4 unit PLTS lainnya di bangun di Pulau Karampuang dengan kapasitas 598,5 kWP melayani satu desa dan 11 dusun untuk 784 KK atau 3.317 jiwa penduduk,” lanjut Amri.

Tak hanya itu, lanjut Amri, Pemprov Sulbar melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar juga telah menyalurkan Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada 3.956 Rumah Tangga Sasaran atau 3.956 KK melalui APBN 2019.

“Saat ini, kita juga terus melakukan pendataan dan inventarisasi ke Desa dan masyarakat yang belum mendapatkan layanan listrik. Pendataan ini sebagai bahan untuk mengusulkan program pengembangan ketenagalistrikan keberbagai pihak khususnya usulan progran ke Kementerian ESDM dan koordinasi bantuan CSR ke PT. PLN Persero,” ujarnya.

Amri Ekasakti melanjutkan, pembangkit listrik dari sumber energi EBT yang ada memiliki total daya mampu sebesar 8,1 MW 80 persen dari total 10 MW. Pengembangan potensi Energi Baru Terbarukan mencapai 41 persen dari total bauran energi primer pada tahun 2025 dan 53 persen dari total bauran energi primer pada tahun 2050.

Pengembangan potensi ini disesuaikan dengan rencana pengembangan potensi EBT dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yaitu paling sedikit 23 persen dari total bauran energi primer pada tahun 2025 dan paling sedikit 31 persen pada tahun 2050.

Sementara itu, warga setempat sangat berterima kasih kepada Gubernur Sulbar dan jajarannya yang telah berjuang untuk menghadirkan PLTS, PLTMH dan LTSHE di desa mereka. Mereka sangat bersyukur, karena sejak Indonesia merdeka baru kali ini mereka dapat merasakan penerangan di desa mereka melalui EBT. (ian)

Komentar

News Feed