oleh

Aksi Spontan Bersih Sampah di Jalan Arteri Mamuju

Sisi kanan dan kiri Jalur Arteri Mamuju berserakan sampah dan tumbuhan rumput liar menyulut aksi spontan, Minggu 25 Agustus, pagi . Aksi keprihatinan bersih-bersih sampah ini berlangsung pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wita.

Laporan: Adhe Junaedi Sholat, Mamuju

Aksi Spontan Bersih Sampah di Jalan Arteri Mamuju

AWALNYA, aksi bersih-bersih sampah di jalur arteri yang memiliki panjang 4,5 km ini muncul dari sebuah diskusi lepas, Jumat 23 Agustus, di Warkop A’ba Mamuju. Dari diskusi yang awalnya membahas program Pemkab Mamuju, yaitu Gerakan Mamuju Mapaccing (GMM), memunculkan berbagai tanggapan dari Komunitas Warkop A’ba.

Diskusi singkat ini, akhirnya memunculkan rasa keprihatinan terhadap jalur arteri yang sisi kiri dan sisi kanan mulai dipenuhi sampah dan tumbuhnya berbagai rumput liar. Pemilik Warkop A’ba,Fathuddin Arsyad, langsung mengusulkan untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah, Minggu 25 Agustus.

Yang lain, langsung mengamini, salah satunya, Wakil Ketua ASITA Sulbar, Dicky. Begitu pula dengan Kepala Perwakilan Fajar, Nasrun Nur serta Direktur Radar Sulbar, Mustafa Kufung. ”Kita siap aksi hari Minggu. Teman-teman yang lain, nanti saya kotak,” janji Fathuddin.

Betul. Rencana aksi bersih-bersih sampah akhirnya, terwujud Minggu 25 Agustus pagi. Aksi yang dimulai sekira pukul 07.00, oleh Komunitas Warkop A’ba (KWA) dan Runners for Indonesia (RFI) Mamuju, mendapat respons positif warga. Terutama mereka yang sedang jogging pagi sepanjang jalur arteri.

Di antara yang ikut secara spontan, adalah General Manager Mal Town Square (Matos), Zulkifli dan Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mamuju, Murniani langsung bergabung. ”Kegiatan ini sangat baik. Kita dukung bersama,” kata Zulkifli yang ikut melakukan aksi pungut sampah.

Tak ketinggalan belasan siswa dari SMK Pelayaran Samudra Mamuju yang melakukan jogging ikut juga melakukan aksi pungut sampah, setelah melihat aksi apa yang dilakukan KWA dan RFI. ”Sebenarnya kota ini kecil, kalau sebagian saja masyarakat berpartisipasi membersihkan lingkungan seperti ini, akan tampak bersih dan indah,” kata Fathuddin.

Perwakilan Run for Indonesia (RFI) Mamuju, Dandy Sutisna, mengatakan, upaya ini sebagai wujud kepedulian mereka terhadap kondisi sepanjang Jalur Arteri yang saat ini dipenuhi sampah. Terlebih lokasi itu menjadi ikon Mamuju bahkan Sulbar saat ini. “Kami mengambil inisiatif ini sebagai wujud kepedulian,” kata Dandy.

”Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kepada daerah, juga dalam rangka ikut mendukung Gerakan Mamuju Mapaccing (GMM) yang sedang digalakkan Pemkab Mamuju,” tambah Dandy.

Wakil Ketua ASITA Sulbar, Dicky, menyampaikan bahwa berbagai event berskala nasional yang akan dilakukan di Mamuju, mesti memberi kesan baik kepada wisatawan. Salah satunya agenda Sandeq Run 2019 yang akan digelar 22 September mendatang. “Karenanya kita turun melakukan pembersihan. Agar wisatawan yang ke Mamuju terkesan dengan tampilan kota ini,” kata Dicky.

Mendapat respons positif dari warga Mamuju, aksi pungut sampah yang dilakukan Komunitas Warkop A’ba dan Runners for Indonesia (RFI) Mamuju akan dilakukan kembali pekan depan. ”Insya Allah kita turun kembali. Kita mulai dari kegiatan kecil seperti ini, berharap akan melibatkan seluruh masyarakat di Mamuju,” kata Dicky yang turut aksi pagi tadi.

”Kita juga minta warga pengguna jalan di sini ada kesadaran, tidak membuang sampah sembarangan. Kawasan ini mendukung paket wisata Sulbar yang akan dihadiri pemerhati wisata,” katanya lagi.

Sekitaran 15 anggota komunitas pagi tadi turun melakukan aksi pungut sampah di sepanjang jalur ini. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Harian FAJAR dan Radar Sulbar. ”Kita ingin Jalur Arteri ini menjadi milik kita, milik warga Mamuju. Sehingga kita turun bersama-sama melakukan pembersihan,” kata Direktur Radar Sulbar, Mustafa Kufung.

Pengusaha warkop di Mamuju, Fathuddin Arsyad menyampaikan pekan depan, mengambil titik di bundaran Jalur Arteri di depan kantor gubernur Sulbar. ***

Komentar

News Feed