oleh

Aksi Pangan dan Gizi, Fokus Penanganan 27 Lokus Stunting

MAMASA – Pemerintah Kabupaten Mamasa fokuskan perencanaan aksi pangan dan gizi di 27 lokasi khusus (Lokus) penanganan stunting tahun 2021 mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut Pemkab Mamasa mengadakan rapat koordinasi rencana aksi daerah pangan dan gizi di Aula Mini Rujab Bupati Mamasa, Kamis 12 November 2020.

Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda mengatakan pihaknya telah melakukan rapat terkait strategi penanganan stunting di Mamasa.

Aksi Pangan dan Gizi, Fokus Penanganan 27 Lokus Stunting

“Meskipun dalam beberapa tahun belakangan pemerintah daerah serius menangani stunting, namun dibutuhkan strategi yang lebih jitu terkait penyelesaian kasus tersebut,” ujar Martinus Tiranda.

Lanjut Martinus, penanganan stunting di Kabupaten Mamasa dilakukan secara terintegrasi. Dibutuhkan penganggaran khusus dari instansi yang terlibat.

Kepala Bappeda Mamasa, Mambu mengatakan, progres aksi daerah ini ada lima pilar yang melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD). Baik dari segi infrastruktur maupun kesehatan.

“Intinya semua OPD terlibat agar kebutuhan pangan dan gizi bisa terpenuhi,” beber mantan Kadis Pertanian Mamasa ini.

Mambu mengaku dibutuhkan plotting anggaran untuk tiap OPD dalam menangani stunting. “Tapi tentunya, yang terpenting bagaimana mengintegrasikan semua anggaran yang ada di OPD terhadap tujuan yang sama dalam penanganan stunting,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr Hajai S. Tanga menambahkan Kabupaten Mamasa merupakan kabupaten tertinggi mengenai kasus stunting di Sulbar.

“Ada 27 lokus stunting yang menyebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Mamasa,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed