oleh

Akibat Longsor Messawa, Tiga Dusun Gelap Gulita

MAMASA – Bencana alam yang melanda Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kamis petang 8 Oktober lalu. Hingga kini tiga dusun di desa tersebut masih terisolir karena akses jalan tertutup material longsor dan merusak puluhan hektare area persawahan warga.

Selain itu tiga dusun tersebut yakni Malluaya, Rattedonan dan Talmin gelap gulita pada malam hari. Penyebabnya sejumlah tiang listrik di wilayah tersebut tumbang. Mengakibatkan aliran listrik terputus sejak bencana alam tersebut terjadi.

Setidaknya empat tiang listrik di wilayah yang terdampak longsor tumbang. Bahkan satu tiang dianataranya jatuh ke jurang. Sementara kabel disepanjang jalan longsor masih berserakan dan belum ada perbaikan dari pihak PLN.

Tiang listrik belum diperbaiki lantaran akses menuju dusun tersebut hingga kini masih tertutup material longsoroan hingga belum bisa dilalui kendaraan. Warga yang berada di tiga dusun yang masih terisolir itu sangat mengeluh dengan adanya pemadaman lampu.

“Sejak longsor empat hari lalu kami mengalami pemadaman lampu jadi gelap gulita. Hanya pelita saja yang kami gunakan untuk penerangan. Mau beli minyak untuk lampu akses jalan juga masih tertutup hanya bisa ditempu jalan kaki dengan jarak cukup jau sekitar empat kilometer,” tutur salah seorang warga Dusun Talmin, Selvi Selasa kemarin.

Selain itu warga mengeluh lantara jaringan komunikasi sejak longsoran terjadu terganggu hingga mereka sulit melakukan komunikasi ditamba lagi semua handphone (HP) warga sudah lombet karena tak ada aliran listrik.

“Semua HP disini pada lobet semua hingga sulit untuk melakukan komunikasi karena sudah empat hari lebih mati lampu,” tuturnya.

Warga berharap segera bantuan dari pihak terkait termasuk membuka akses warga dan perbaikan listrik agar mereka tak lagi kesulitan seperti yang dialaminya saat ini. (r4/mkb)

Komentar

News Feed